Korban Kapal Marina Jalani Identifikasi Gigi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tanda pengenal jenazah penumpang korban KM Marina Baru 2B saat dievakuasi di perairan Pakoe, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, 24 Desember 2015. TEMPO/Iqbal Lubis

    Sejumlah tanda pengenal jenazah penumpang korban KM Marina Baru 2B saat dievakuasi di perairan Pakoe, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, 24 Desember 2015. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Makassar - Identifikasi tiga jenazah korban Kapal Motor Marina Baru 2B yang dievakuasi ke Makassar, Sulawesi Selatan, memakan waktu lebih lama. Musababnya, kondisi ketiga mayat sudah mengalami kerusakan. Sidik jari ketiga mayat sulit dijadikan dasar identifikasi sehingga pemeriksaan struktur gigi dioptimalkan.

    Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat Komisaris Besar Raden Harjuno mengatakan proses identifikasi dilaksanakan sejak pagi, meski pihaknya baru tiba dari Siwa, Kabupaten Wajo, Sabtu dinihari. Hingga Sabtu siang, tim identifikasi sedang mencocokkan seluruh data, baik data ante-mortem maupun data post-mortem.

    "Identifikasi masih berlangsung. Kami mengalami sedikit kesulitan karena kondisi mayat yang mengalami kerusakan, seperti sidik jarinya. Makanya, proses identifikasi difokuskan ke pemeriksaan struktur gigi. Semoga secepatnya teridentifikasi," kata Harjuno, Sabtu, 26 Desember. Pihaknya berusaha menuntaskan identifikasi tiga mayat itu hari ini.

    Hingga kini, kepolisian dan Basarnas telah melansir data 103 dari 118 penumpang dan awak KM Marina berhasil ditemukan. Rinciannya, 63 meninggal dan 40 selamat. Tim SAR gabungan masih mencari 15 penumpang kapal nahas itu. Informasi terakhir, kepolisian menyebut ditemukan lagi dua mayat korban KM Marina di perairan Kolaka Utara, sehingga korban tewas bertambah 65 orang. Namun, data itu belum dilansir Basarnas.

    Harjuno mengatakan dari 20 mayat korban KM Marina yang berada di Sulawesi Selatan, 17 di antaranya sudah berhasil diidentifikasi. Semua mayat itu diidentifikasi di Rumah Sakit Siwa, sebelum posko post-mortem dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. "Semua jenazah yang teridentifikasi itu sudah diantar ke daerah asalnya masing-masing menggunakan mobil ambulans," ucap Harjuno.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, 17 jenazah yang berhasil diidentifikasi di RS Siwa, yakni:

    Syahrir Arief, 58 tahun, asal Unaha
    Lutfiana Elsa (3) asal Kendari
    Pangeran (3) asal Kolaka
    Muhammad Yunus (33) asal Andowengga
    Muhammad Yaya (44) asal Siwa
    Rumlah (40) asal Kendari
    Manawati Tuwe (44) asal Kendari
    Yuliana (16) asal Wajo
    Muhammad Thamrin (37) asal Pinrang
    Octaviana Elias Mana (25) asal Kolaka
    Rustam alias Rustang (28) asal Wajo
    Abdul Kadir (45) asal Soppeng
    Maryam (18) asal Kolaka Timur
    Ningsih (43) asal Kolaka
    Purnawan Indrawangsyah (30) asal Luwu
    Lismawati (-) asal Kendari
    Hasnah (47) asal Kolaka Utara

    Kapal Marina Baru 2B karam setelah dihantam ombak tinggi saat bertolak dari Pelabuhan Tobaku menuju Pelabuhan Siwa pada Sabtu, 19 Desember 2015, pukul 11.00 Wita. Nakhoda KM Marina sempat mengabarkan cuaca buruk ke pihak syahbandar sebelum dinyatakan hilang kontak. Operasi SAR KM Marina mulai dilakukan pada hari tenggelamnya kapal nahas itu. Operasi SAR itu melibatkan seluruh komponen, mulai Basarnas, TNI-Polri, pemerintah setempat, dan para nelayan.

    TRI YARI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.