Haul Gus Dur, Polisi Lakukan Rekayasa Lalu Lintas di Jombang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Makam mantan presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di komplek Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. ANTARA/Syaiful Arif

    Makam mantan presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di komplek Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. ANTARA/Syaiful Arif

    TEMPO.CO, Jombang - Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Jombang menyiapkan rekayasa lalu lintas kendaraan dalam peringatan atau haul wafatnya Presiden Republik Indonesia (RI) keempat KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu malam, 26 Desember 2015.

    Untuk mengantisipasi kemacetan, kepolisian akan mengalihkan arus kendaraan yang akan menuju lokasi haul di Pondok Pesantren Tebuireng, Kecamatan Diwek. “Kami akan melakukan rekayasa lalu lintas agar arus lalu lintas tertata saat kedatangan tamu di Tebuireng,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Jombang Ajun Komisaris Mellysa Amalia.

    Selain mengantisipasi kemacetan, sterilisasi arus lalu lintas juga akan dilakukan saat rombongan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla melintas dari wilayah Kecamatan Jombang (kota) menuju lokasi haul di Pondok Pesantren Tebuireng. “Sterilisasi arus dilakukan menjelang rombongan RI-2 melintas,” katanya.

    Pengalihan arus lalu lintas yang akan dilakukan, di antaranya dari arah selatan Jombang mulai simpang tiga Blimbing Gudo, kendaraan masuk akan disterilkan. Lalu kendaraan yang melewati simpang tiga Pabrik Gula (PG) Tjoekir akan dialihkan ke arah Kecamatan Mojowarno.

    Sedangkan arus lalu lintas dari arah kota atau utara di Jalan KH Wahid Hasyim akan dialihkan melalui simpang tiga Mojosongo. “Sejumlah petugas Satlantas juga akan ditempatkan di simpul-simpul kemacetan untuk mengurai kepadatan arus,” tuturnya.

    Rekayasa lalu lintas sangat diperlukan sebab dipastikan puluhan ribu pengunjung atau peziarah dengan berbagai kendaraan baik kendaraan roda empat dan dua akan menuju ke makam Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng.

    Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Jombang Ajun Komisaris Besar Sudjarwoko. mengatakan kepolisian setempat menyiapkan 750 personel dalam kegiatan haul wafatnya Gus Dur tahun ini. “Selain mengamankan arus lalu lintas, kami juga tempatkan personil di kantong-kantong parkir peziarah maupun pengunjung haul,” kata Sudjarwoko.

    Selain dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri, pejabat di Jawa Timur juga akan hadir mulai gubernur dan wakil gubernur, kapolda, dan Pangdam V/Brawijaya. Sudjarwoko mengatakan pengamanan RI-2 di wilayah ring satu menjadi tanggung jawab Pasukan Pengamanan Wakil Presiden dan TNI. “Kepolisian hanya sebatas mem-back up,” katanya.

    Namun, menurut dia, jika diminta, kepolisian bisa masuk pengamanan ring satu. “Ring satu berada di dalam lokasi acara sedangkan ring dua di kawasan Pondok Pesantren Tebuireng dan ring tiga di luar kawasan pesantren,” ujarnya.

    ISHOMUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.