Jaga Maulid, Natal, dan Tahun Baru, Banser Dibekali Ilmu Kanuragan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Zikir perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiulawal 1431 H di  gedung Balai Jenderal M. Yusuf, Makassar, Jumat (26/2). Umat muslim merayakan dengan berbagai ragam kegiatan untuk mengenang Nabi Muhammad SAW, Nabi terakhir Umat Muslim. ANTARA/Adnan

    Zikir perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiulawal 1431 H di gedung Balai Jenderal M. Yusuf, Makassar, Jumat (26/2). Umat muslim merayakan dengan berbagai ragam kegiatan untuk mengenang Nabi Muhammad SAW, Nabi terakhir Umat Muslim. ANTARA/Adnan

    TEMPO.CO, Makassar - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Sulawesi Selatan mengamankan tiga momen sekaligus di akhir tahun ini. Tiga momen itu adalah Maulid Nabi, Natal, dan malam pergantian tahun. Dalam pengamanan perayaan hari besar itu, ribuan anggota banser dibekali ilmu kanuragan.

    Ilmu bela diri itu diperoleh mereka saat pendidikan dan latihan Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Selatan. "Mereka tidak dipersenjatai seperti TNI-Polri. Tapi, sudah dibekali ilmu bela diri, seperti kanuragan. Itu diperolehnya saat diklat GP Ansor," kata Ketua GP Ansor Sulawesi Selatan, Muhammad Tonang Cawidu, Jumat, 25 Desember.

    Pengerahan banser dalam perayaan Natal dan Tahun Baru, menurut Tonang,  rutin dilaksanakan. "Tiap tahun kami turut membantu TNI-Polri," ucapnya.

    Khusus pengamanan Natal, Tonang menerangkan partisipasi pihaknya merupakan wujud toleransi antar-umat beragama. Keterlibatan GP Ansor itu juga merupakan bentuk kontribusi dalam menciptakan situasi Kamtibmas agar tetap aman terkendali.

    Tonang berkata,  pihaknya tidak ingin tiga momentum itu dirusak oleh orang tidak bertanggungjawab. "Terlebih, bila sudah merembet ke isu SARA."

    Tonang menegaskan ancaman teror pada perayaan Natal dan tahun baru mesti diwaspadai agar tidak merembet ke isu SARA. Keharmonisan umat beragama di Sulawesi Selatan mesti terus dipelihara. Segala macam ancaman, khususnya teror, tidak boleh memecah kebersamaan antar-umat. "Tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan. "Segala ancaman termasuk teror bom harus diantisipasi," ujar dia.

    Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, Inspektur Jenderal Pudji Hartanto Iskandar, mengatakan selama Operasi Lilin 2015, pihaknya mengerahkan 4 ribu personel. Pengamanan momentum hari besar itu, juga melibatkan TNI. Bahkan, pihaknya menggandeng tokoh agama dan organisasi masyarakat untuk menciptakan situasi Kamtibmas aman terkendali di wilayah hukumnya yang meliputi dua provinsi sekaligus.

    Sejauh ini, pelaksanaan Maulid dan Natal di Sulawesi Selatan dan Barat berlangsung aman dan lancar. Situasi aman terkendali itu diharapkan mampu berlanjut saat perayaan tahun baru. Karena itu, semua pihak mesti tetap siaga dan waspada terhadap pelbagai ancaman. Di antaranya, aksi teror, pesta narkoba, pesta miras dan kemacetan serta kecelakaan lalu lintas. "Deteksi dini dari sekarang harus dikedepankan," ujar Pudji.

    TRI YARI KURNIAWAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.