FEATURE: Natal Keempat di Seberang Istana

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan jemaat dari GKI Yasmin Bogor dan Gereja Filadelfia Bekasi, menggelar ibadah Natal di depan Istana Merdeka, Jakarta, 25 Desember 2015. Dalam ibadah natal ini mereka meminta kepada Presiden Joko Widodo, agar membantu memecahkan persoalan yang dialami Jamaat GKI Taman Yasmin Bogor dan Gereja Filadelfia Bekasi agar dapat kembali beribadah di gereja. TEMPO/Imam Sukamto

    Ratusan jemaat dari GKI Yasmin Bogor dan Gereja Filadelfia Bekasi, menggelar ibadah Natal di depan Istana Merdeka, Jakarta, 25 Desember 2015. Dalam ibadah natal ini mereka meminta kepada Presiden Joko Widodo, agar membantu memecahkan persoalan yang dialami Jamaat GKI Taman Yasmin Bogor dan Gereja Filadelfia Bekasi agar dapat kembali beribadah di gereja. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Puluhan payung aneka warna menaungi sejumlah laki-laki dan perempuan berbaju putih di seberang Istana Merdeka, Jakarta. Tak hirau dengan derum kendaraan yang lalu-lalang, pada Jumat siang, 25 Desember 2015 itu mereka khusyuk beribadah Natal di tepi jalan, menghadap kantor Presiden Joko Widodo.

    Dua puluh pendeta berdiri di hadapan mereka, memimpin ibadah. Immanuel, sang bocah, menggesek biolanya untuk mengiringi mereka menyanyikan madah. “Kami terpaksa beribadah di sini,” kata Bona Sigalingging, juru bicara Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, Bogor.

    Ini tahun keempat jemaat GKI Yasmin menggelar ibadah Natal di depan Istana. Bersama jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Filadelfia Bekasi, mereka meminta Presiden Jokowi membuka kembali gereja mereka yang disegel pemerintah daerah pada 2011. Menurut Bona, Mahkamah Agung sudah memutuskan bahwa pembangunan gereja mereka tak melanggar aturan. Persoalannya, tak ada yang berani melaksanakan putusan tersebut.

    Pergantian kepala negara juga belum membawa titik terang nasib gereja mereka. Sedikit perhatian diperoleh dari Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. "Mereka nampaknya memiliki wacana yang kurang lebih sama dengan kami. Masalahnya, kalau hanya wacana nggak akan ke mana-mana," kata Bona.

    Dalam ibadah ini, mereka memboyong sebuah kursi plastik berwarna merah berhiaskan pernak-pernik Natal. Selembar kertas di atasnya bertuliskan: Presiden RI. Kursi itu memang disediakan untuk Jokowi.

    Menurut Bona, mereka sudah mengundang Jokowi agar sang presiden mendengarkan langsung keluh-kesah mereka. Undangan dikirim pada 4 Desember lalu. Bukan hanya buat Jokowi, tapi juga Menteri Lukman dan Menteri Tjahjo. “Tapi sampai saat ini tak ada yang datang," ujarnya. "Padahal ada kewajiban konstitusional Presiden agar mengingatkan dan mengoreksi pembangkangan hukum oleh Wali Kota Bogor dan Bupati Bekasi.”

    Salah seorang jemaat, H. Bengcu, kecewa karena Jokowi tak kunjung menemui mereka. "Jokowi dalam pembangunan hebat, tapi dalam toleransi agama masih nol," ujarnya.

    EGI ADYATAMA


    Gagal Bangun Gereja Jemaat GKI Yasmin Beribadah... oleh tempovideochannel


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.