OC Kaligis Rayakan Natal di KPK, Velove Vexia di Mana?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Otto Cornelis Kaligis memeluk putrinya artis Velove Vexia ketika menunggu sidang dengan agenda putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 17 Desember 2015. OC Kaligis terbukti menyuap majelis hakim dan penitera PTUN di Medan sebesar 27 ribu dolar AS dan 5 ribu dolar Singapura. ANTARA FOTO

    Otto Cornelis Kaligis memeluk putrinya artis Velove Vexia ketika menunggu sidang dengan agenda putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 17 Desember 2015. OC Kaligis terbukti menyuap majelis hakim dan penitera PTUN di Medan sebesar 27 ribu dolar AS dan 5 ribu dolar Singapura. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Para tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi diizinkan dijenguk olah sanak-familinya. Salah satu tahanan yang hari ini mendapat kunjungan itu adalah pengacara kodnang, Otto Cornelius Kaligis. Terdakwa kasus dugaan suap hakim itu didatangi oleh putranya yang diketahui bernama Amando B. Kaligis.

    BACA: Natal, Tahanan Korupsi Dapat Kunjungan Keluarga

    Amando datang dengan busana santai, memakai polo shirt berwarna kuning. Dia ditemani oleh pasangannya. Namun ketika ditanyakan apakah artis Velove Vexia juga bakal datang menjenguk OC Kaligis, Amando mengatakan tidak mengetahui hal tersebut. "Saya tidak tahu, ya," kata Amando.

    Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati mengatakan kunjungan tamu diseleksi dengan ketat, termasuk pemeriksaan barang yang dibawa. Ada barang yang boleh diberikan kepada tahanan dan ada juga yang tidak boleh seiring dibukanya kunjungan untuk para tahanan KPK saat Hari Raya Natal, hari ini.

    BACA: OC Kaligis Divonis Lebih Ringan, Velove: Sedihnya Sama

    "Barang elektronik baik telepon seluler dan televisi, lalu uang, itu barang yang dilarang," kata Yuyuk saat dihubungi pada Jumat 25 Desember 2015. Selain itu para keluarga tahanan juga tidak boleh membawa narkoba, minuman keras, senjata tajam, dan barang kemasan berbahan kaca.

    Sedangkan barang bawaan yang diperbolehkan adalah makanan secukupnya dan pakaian maksimal sebanyak 6 pasang. Petugas KPK juga memeriksa satu per satu barang bawaan milik para pengunjung sebelum masuk ke dalam ruang tunggu KPK.

    DIKO OKTARA

    SEPAK TERJANG FPI
    FPI Geruduk Mal, Ini Tuntutan Mereka Soal Atribut Natal
    FPI Pusat Tak Tahu FPI Surabaya Sweeping Atribut Natal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.