Ivana Menyusul Ivone, Bayi Kembar Siam Itu Meninggal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi kembar siam. ANTARA/Oky Lukmansyah

    Ilustrasi bayi kembar siam. ANTARA/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Natasya Ivana Victoria, salah satu bayi kembar siam dempet perut asal Sidoarjo, Jawa Timur, dinyatakan meningga. Jasadnyal dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Delta Praloyo Asri, Jalan Lingkar Timur Sidoarjo, Jumat, 25 Desember 2015.

    Pemakamann itu menimbulkan duka mendalam bagi keluarga karena bertepatan dengan perayaan Natal. Sehari sebelumnya keluarga juga telah kehilangan saudara kembar Ivana, yaitu Natalie Ivone Victoria. Ivone juga dimakamkan di lokasi yang sama.

    "Hari Natal kali ini bertepatan dengan pemakaman Ivana anak kami. Saya kira makna Natal kali ini bagi kami lebih mendalam," kata Johanes Dwi Putra, ayah dari bayi kembar siam Ivana-Ivone usai prosesi pemakaman.

    Yohanes berusaha tegar menghadapi cobaan yang ditimpakan kepada keluarganya. "Memang ini sebuah kematian. Tetapi saya percaya ini adalah sebuah awal kelahiran anak kami. Bagi kami, ini harapan baru dalam mendekatkan diri kepada Tuhan," ujarnya.

    Natasya Ivana Victoria dan Natalie Ivone Victoria lahir secara caesar pada 17 Desember 2015, di RSUD Sidoarjo. Kondisinya kembar siam dempet perut. Keduanya lahir prematur dengan berat badan masing-masing 1,6 kilogram dan 1,8 kilogram.

    Sebelumnya tim dokter berencana melakukan pemisahan di RSUD Sidoarjo. Karena kondisi kesehatan Ivone memburuk, tim dokter memutuskan merujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya, pada Senin, 21 Desember 2015.

    Sehari setelah dirujuk dan dilakukan operasi pemisahan oleh tim dokter, nyawa Ivone tidak terselamatkan. Ivone dinyatakan meninggal dua jam setelah operasi pemisahan karena memiliki kelainan usus. Kamis, 24 Desember 2015, sekitar pukul 12.00, Ivana menyusul Ivone.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.