Pelancong Asal Jawa Tengah Serbu Destinasi Ciater  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perkebunan teh di kampung Dawuan, kecamatan Ciater, Subang, Jawa Barat. TEMPO/Prima Mulia

    Perkebunan teh di kampung Dawuan, kecamatan Ciater, Subang, Jawa Barat. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Subang - Ribuan pengunjung asal Jawa Tengah dan Jawa Timur terus membanjiri destinasi wisata air panas purba Ciater, Subang, Jawa Barat, sepanjang libur Natal dan akhir tahun ini.

    "Mereka kebanyakan dari kalangan pelajar yang tengah menikmati liburan panjang pasca-kenaikan kelas yang bertepatan dengan liburan Natal dan Tahun Baru," kata Manajer Hubungan Masyarakat PT Sari Ater Yukie Azuania saat ditemui Tempo di Ciater, Jumat, 25 Desember 2015.

    Tren serbuan pelancong asal Jawa Tengah dan Jawa Timur ke Ciater baru terjadi saat ini. Sebelumnya, meskipun ada, jumlah pelancong dari dua provinsi itu tidak seperti sekarang ini, yang jumlahnya bisa mengalahkan pelancong asal DKI Jakarta dan Jawa Barat.

    Pemandu wisata asal Jawa Tengah, Hendro, mengatakan ketertarikan melancong dari daerahnya ke Ciater sebetulnya sudah muncul sejak lama. Namun selalu terbentur oleh lamanya jarak tempuh. "Sekarang, setelah ada ruas Jalan Tol Cikopo-Palimanan ( Cipali), waktu tempuhnya terkurangi secara signifikan," ucap warga Tegal tersebut.

    Ia membandingkan, sebelum ada Jalan Tol Cipali, jarak tempuh dari daerahnya ke Ciater lima-enam jam, sekarang paling lama tiga jam. "Tempatnya asyik, indah, dan hawanya sejuk. Apalagi air panasnya bikin betah berlama-lama berendam," ujar Setyowati, wisatawan pelajar asal Kebumen. Dia berjanji akan kembali ke Ciater pada libur sekolah nanti.

    Selama masa liburan panjang saat ini, obyek wisata ikon Subang yang mengenakan tiket masuk Rp 30 ribu per orang dengan tiket kolam air panas Rp 17 ribu per orang tersebut saban hari dibanjiri tak kurang dari 7.000 pengunjung. Padahal pada hari-hari biasa hanya dikunjungi rata-rata 1.500 pelancong.

    Pemantauan Tempo, selain pelancong lokal dan regional, cukup banyak pelancong dari negara luar, seperti Jepang, Korea, Cina, Singapura, dan sebagian Eropa, yang mengunjungi tempat wisata tersebut. Yang menarik, pelancong dari Saudi Arabia kini menjadi wisatawan terbanyak yang datang ke lokasi berpanorama indah dan berhawa sejuk itu.

    NANANG SUTISNA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.