2 Tahun Pimpin Bandung, Ini 8 Tim Ahli Bentukan Ridwan Kamil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil (kedua dari kiri) dan Dekan FISIP Unpad, Dr. Arry Bainus, MA (ketiga dari kiri) saat kuliah perdana Administrasi Bisnis FISIP Unpad di Bale Santika Unpad Jatinangor, Senin (31/08).  (Foto oleh: Anisa Rachmawati) Sumber : unpad.ac.id KOMUNIKA ONLINE

    Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil (kedua dari kiri) dan Dekan FISIP Unpad, Dr. Arry Bainus, MA (ketiga dari kiri) saat kuliah perdana Administrasi Bisnis FISIP Unpad di Bale Santika Unpad Jatinangor, Senin (31/08). (Foto oleh: Anisa Rachmawati) Sumber : unpad.ac.id KOMUNIKA ONLINE

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil akan menambah dua tim ahli baru, yakni tim bidang lingkungan dan budaya. "Untuk bidang lingkungan dan budaya," kata Ridwan di Bandung, Jumat, 25 Desember 2015.

    Selama dua tahun memimpin Kota Bandung, Ridwa menarik tim ahli untuk membantunya menentukan setiap kebijakan. Hingga kini, Ridwan telah memiliki delapan tim ahli, antara lain Dewan Kebijakan Publik yang diketuai dosen di Universitas Padjadjaran, Dede Maryana.

    Kemudian ada Tim Penasihat Hukum Pemerintah Kota Bandung yang diketuai Bagir Manan dan Dewan Smart City yang diketuai Ilham Habibie. Lalu ada Tim Ekonomi Kreatif, Tim Cagar Budaya, serta Tim Ahli Bangunan dan Gedung yang menyeleksi dan mendampingi Ridwal waktu mengurus IMB.

    Dalam sebuah kesempatan, Ridwan pernah menyatakan tim ahli yang paling sulit dibuat adalah di bidang kesenian. Masalahnya, para seniman di bandung ternyata terkotak-kotak dengan banyak grup. "Jadi seribu kepala seribu ide," ucapnya.

    Tim ahli tersebut, ujar Ridwan, dibuat untuk membantu Pemerintah Kota Bandung menentukan kebijakan. Posisi tim ahli hanya mengevaluasi ide-ide yang akan dijalankan.

    Hal itu menunjukkan di Bandung, tutur dia, membangun kota bukan kata Pemkot tapi kata masyarakat. “Masalahnya, masyarakat yang mana? Masak, semua didengerin? Maka dibentuk kelompok ahli sesuai dengan bidangnya,” katanya

    Menurut Ridwan, tim ahli itu hanya menasihati, bukan decision making group, tapi advisory group. "Nasihat mau dipakai atau tidak terserah," ucapnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.