Tahun 2015, Kasus Pidana di NTB Turun Tipis, tapi...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Gegana Brimob Polda NTB bersiap menguraikan kardus yang diduga berisi bom di Mataram, NTB (28/12). ANTARA/Ahmad Subaidi

    Tim Gegana Brimob Polda NTB bersiap menguraikan kardus yang diduga berisi bom di Mataram, NTB (28/12). ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Mataram - Selama 2015, terjadi 8.490 kasus tindak pidana di Nusa Tenggara Barat. Jumlah tersebut sebenarnya lebih rendah 202 kasus atau berkurang 2 persen dibanding pada 2014 yang mencapai 8.692 kasus.

    Namun terdapat 76 kasus menonjol, yakni perkelahian antarkampung dan pemblokiran jalan. Perkelahian dan pemblokiran paling banyak terjadi di Kabupaten Dompu dan Bima. “Tawuran ini tidak boleh dianggap biasa. Pendapat ini harus diubah,” kata Kepala Kepolisian Daerah NTB Brigjen Umar Septono saat menyampaikan evaluasi akhir tahun 2015 di Mataram, Kamis, 24 Desember 2015.

    Polda NTB menaruh perhatian terhadap Lombok Tengah, yang merupakan daerah rawan terjadinya penjarahan barang milik wisatawan. “Jadi, jika ada penyaluran fasilitas polisi, Lombok Tengah diberikan lebih,” ucap Umar.

    Contohnya, Umar berujar, kalau Polda memberikan kendaraan bermotor, Kepolisian Resor Lombok Tengah mendapatkan lebih banyak. “Yang lain dua, Lombok Tengah diberikan lima.”

    Umar berharap lebih banyak lagi didirikan pos polisi di lingkungan wilayah. Namun pihaknya terkendala lokasi. Pendirian pos ini tidak bisa di lokasi pinjaman. Jika ada lahan pemerintah daerah, bentuknya berupa bantuan hibah. “Tetapi jika belum ada lahan, polisi bisa mendirikan pos polisi portable,” ujarnya.

    SUPRIYANTHO KHAFID



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.