Empat Kudapan Lezat Natal dan Sejarahnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kue klasik saat Natal, Yule Log (Foto Tumblr)

    Kue klasik saat Natal, Yule Log (Foto Tumblr)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kue merupakan salah satu hal yang bisa dinikmati saat merayakan kelahiran Isa Almasih, selain menghias pohon Natal dan bertukar hadiah. Ada Buche de Noel atau Yule Log Cake, Christmas Pudding, Mince Pies, dan masih banyak lagi. Namun tahukah Anda sejarah kue-kue lezat tersebut? Berikut sejumlah kudapan khas Natal dan sejarahnya.

    Buche de Noel

    Buche de Noel merupakan salah satu kue tradisional yang dibuat saat Natal. Kue ini disebut juga Yule Log Cake karena bentuknya yang seperti potongan batang kayu yule. Buche de Noel berasal dari Prancis. Berdasarkan bahan-bahan pembuatnya, kue yang luarnya dilapisi krim cokelat yang diukir menyerupai guratan-guratan kayu itu sudah ada sejak abad ke-19. Kue ini menggambarkan kebiasaan masyarakat Prancis menebang bagian atas pohon yule untuk dijadikan pohon Natal.

    Mince Pies

    Mince Pie muncul pada abad pertengahan. Pada jaman tersebut, kue ini diisi dengan cacahan daging. Kue ini juga seringkali mengandung kue kering, gula, dan rempah. Pada pertengahan abad ke-19, kue pie isi daging mulai menghilang dari resep. Kebanyakan orang membuat Mince Pie dengan isi buah, kacang, gula, dan rempah. Bentuk kuenya yang lonjong dianggap menyerupai tempat tidur Jesus saat bayi.

    Panettone

    Kue manis ini berasal dari Milan, Italia dan menjadi salah satu lambang kota tersebut. Kue ini pertama kali dibuat pada abad ke-18. Nama kue ini diambil dari nama Toni, penemu kue tersebut. Toni bekerja di sebuah toko kue. Pada malam Natal, Toni memutuskan menggunakan ragi yang ia simpan untuk Natal saat membuat adonan. Adonan tersebut terdiri dari tepung, telur, gula, kismis, dan buah kering. Dalam sumber lainnya, Panettone disebut memiliki arti sebagai "kue mewah" karena bahan-bahan yang tercampur di dalamnya.

    Kue Croquembouche

    Kue ini berasal dari Prancis sejak tahun 1.500. Namanya diambil dari dua kata yaitu "croquet" dan "bounche", artinya "renyah di mulut". Hidangan penutup ini dipopulerkan oleh seorang chef bernama Anteine Careme pada akhir tahun 1.700. Semenjak itu, kue ini digemari sebagai kue pernikahan.



    BERBAGAI SUMBER | VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.