Wisatawan Padati Kawasan Maliboro Yogyakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jalan Malioboro, Yogyakarta. ANTARA/Noveradika

    Jalan Malioboro, Yogyakarta. ANTARA/Noveradika

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Antrean kendaraan sejak pagi hingga sore, Kamis, 24 Desember 2015, ,memadati ruas Jalan Mataram hingga Jalan Malioboro. Kepadatan arus lalu lintas akibat peningkatan volume kendaraan pribadi di kawasan wisata Kota Yogyakarta ini. 

    Kepala Pos Pelayanan Teteg Malioboro Ajun Komisari Polisi (AKP) Agung Firdausi mengatakan, arus lalu lintas mengalami peningkatan kepadatan kendaraan dibandingkan sebelumnya. "Karena bertepatan dengan libur panjang dan secara umum Kota Yogyakarta mengalami kepadatan lalu lintas,” ujarnya, Kamis, 24 Desember 2015. 

    Kepolisian, kata dia, menempatkan sejumlah personil pada titik-titik kemacetan, seperti di Gereja Kota Baru dan Kleringan. Agung mengatakan, pihaknya juga melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengarahkan kendaraan ke Kridosono. 

    Agung memperkirakan, kepadatan kendaraan di Kota Yogyakarta akan terjadi sampai awal Januari 2016. Kepadatan didominasi wisatawan dari berbagai wilayah di Indonesia dalam menyambut libur Natal dan Tahun Baru. 

    Selama ini, Jalan Malioboro menjadi kawasan wajib dikunjungi pelancong ketika berada di Yogyakarta. Wisawatan mengaku belum lengkap mengunjungi Yogyakarta jika tidak datang ke Malioboro. Salah satunya adalah Dyah yang datang bersama keluarga dari Jakarta sejak Rabu, 22 Desember 2015. “Saya ke Malioboro sejak siang untuk berbelanja dan mencari jajanan pasar,’ ujarnya. 

    Menurut dia, Malioboro menjadi kawasan wisata yang wajib dikunjungi. “Semunya ada di sini, mulai dari batik sampai kuliner khas Yogyakarta,” tuturnya. Dia mengaku sudah membelanjakan Rp 1,5 juta untuk membeli batik, kaos sampai makan. 

    ANY | BAYU SAKTIONO  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.