Macet di Pantura, Polisi Brebes Berlakukan Lawan Arus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan mudik yang ingin menuju pantura terjebak macet di pintu keluar tol Cikopo, Purwakarta, Jawa Barat. (2/8). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Sejumlah kendaraan mudik yang ingin menuju pantura terjebak macet di pintu keluar tol Cikopo, Purwakarta, Jawa Barat. (2/8). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.COBrebes - Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Brebes Ajun Komisaris Polisi Arfan Zulhan Sipayung mengatakan pihaknya memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan menerapkan lawan arus akibat peningkatan volume kendaraan. Beberapa ruas jalan yang menjadi titik kemacetan adalah pintu keluar Jalan Tol Pejagan atau di persimpangan jalan menuju Purwokerto dan Pantura. 

    Menurut Arfan, meski memberlakukan lawan arus, kemacetan tetap terjadi karena arus kendaraan terus meningkat dari arah barat. Selain itu, perbaikan jalan di beberapa ruas jalan di Brebes ikut menyumbang kemacetan. "Karena masih perbaikan, akhirnya terjadi penyempitan jalan," kata Arfan kepada Tempo, Kamis, 24 Desember 2015. 

    Rekayasa lalu lintas dengan memberlakukan lawan arus diterapkan di jalan Pantura Brebes-Tegal dengan pola 3-1. Dari arah Jakarta, dibuka tiga lajur. Sedangkan dari arah Tegal, hanya dibuka satu lajur. "Arus lalu lintas tadi malam sempat padat merayap hingga 7 kilometer," ujar Arfan. 

    Pantauan Tempo, kondisi lalu lintas di Pantura Brebes hingga Tegal masih ramai lancar. Kendaraan didominasi bus dan mobil pribadi dengan pelat B. Di Pantura Tegal, beberapa ruas jalan, seperti di Jalan Yos Soedarso dan Jalan Gajah Mada, masih dalam perbaikan. Di sana, kendaraan sempat menumpuk karena jalan menyempit. Pihak kepolisian memprediksi puncak arus lalu lintas akan terjadi sore ini.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.