Jusuf Kalla: Maulid Nabi dan Natal Tahun Ini Istimewa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, memberikan kata sambutan dalam acara pembukaan Kongres Diaspora ke-3, di Jakarta, 12 Agustus 2015. Dalam kongres tersebut Diaspora mendorong pemerintah untuk merevisi Undang-undang Kewarganegaraan yang berlaku, agar memungkinkan adanya kewarganegaraan ganda bagi warga negara Indonesia yang tersebar di seluruh dunia. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, memberikan kata sambutan dalam acara pembukaan Kongres Diaspora ke-3, di Jakarta, 12 Agustus 2015. Dalam kongres tersebut Diaspora mendorong pemerintah untuk merevisi Undang-undang Kewarganegaraan yang berlaku, agar memungkinkan adanya kewarganegaraan ganda bagi warga negara Indonesia yang tersebar di seluruh dunia. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan perayaan Maulid Nabi Muhammad dan Natal tahun ini sangat istimewa. Musababnya, perayaan hari raya dua agama dilakukan secara berturut-turut dan hanya berselang satu hari.

    Kalla meminta kedua umat beragama itu untuk memaknai masing-masing perayaan agamanya. Islam, harus meneladani sifat-sifat dalam berkehidupan, berbangsa, dan bernegara. Juga umat Islam harus lebih giat bekerja demi meningkatkan ekonomi. Kristiani, juga harus menjadikan Natal ini spirit baru. Spirit dan ketauladanan itu, kata Kalla, harus diterapkan untuk kemajuan bangsa.

    Dia juga menjamin perayaan Natal dan Maulid secara bersamaan ini akan berjalan dengan aman. Meski, kata dia, memang ada berbagai ancaman teror.

    "Di mana pun, seluruh dunia ini ada ancaman, di mana saja seluruh dunia ini bukan di sini aja," kata Kalla saat memberi sambutan Maulid Nabi Muhammad di Masjid Raya Istiqlal, Kamis, 24 Desember 2015. "Oleh karena itu kita harus saling menjaga, yang menjaga itu bukan hanya polisi, masyarakat menjaga, Anshor menjaga, organisasi menjaga, kita menjaga agar semua tidak terjadi."

    Kalla mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir terhadap ancaman teror yang akan merusak kekhidmatan jalannya perayaan Maulid, Natal, dan tahun baru. "Itu hanya kelompok kecil saja yang tidak senang. Itu saja."

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.