Sehari Sebelum Tenggelam, Mesin Kapal Marina 2B Sempat Rusak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim SAR membawa kantong mayat berisi jenazah korban tenggelamnya KM Marina Baru 2B di RSUD Siwa, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, 23 Desember 2015. Hingga saat ini tim SAR telah menemukan 48 orang dengan tujuh diantaranya meninggal dunia dari total 118 penumpang. ANTARA FOTO

    Tim SAR membawa kantong mayat berisi jenazah korban tenggelamnya KM Marina Baru 2B di RSUD Siwa, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, 23 Desember 2015. Hingga saat ini tim SAR telah menemukan 48 orang dengan tujuh diantaranya meninggal dunia dari total 118 penumpang. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Luwu - Kapal fiber KM Marina Baru 2B, yang tenggelam di perairan Kolaka Utara pada Sabtu, pekan lalu, ternyata sempat mengalami kerusakan, bahkan nyaris tenggelam sehari sebelumnya. Seorang penumpang, Arsyad, mengatakan insiden itu terjadi pada Jumat, 18 Desember 2015, saat dia menumpangi kapal itu dari Siwa menuju Kola.

    Menurut dia, saat di tengah laut, mesin kapal tiba-tiba mati. Dia bersama penumpang lain pun sudah bersiap menggunakan pelampung. "Tapi untungnya kapal saat itu bisa kembali berlayar menuju Kolaka, meski dalam kondisi rusak dan kami semua selamat tiba di pelabuhan Kolaka," kata Arsyad, Kamis, 24 Desember 2015.

    Setibanya di Kolaka, Arsyad mendengar ada keluarganya yang akan ke Siwa menumpang KM Marina Baru 2B, dia sempat melarang untuk menumpang kapal fiber karena mengalami kerusakan. "Ada anggota keluarga saya (Tante) bernama Hadenang yang menjadi korban, tapi sudah ditemukan dalam kondisi selamat, sebelumnya saya sudah larang untuk menyeberang menumpang kapal fiber, tapi dia ngotot," kata Arsyad.

    Kapal fiber KM Marina Baru 2B, tenggelam di perairan Kolaka Utara, Sabtu, 19 Desember, sekitar pukul 14.30 Wita. Kapal tersebut membawa 108 penumpang dan 10 anak buah kapal. Hingga hari, baru 40 orang ditemukan selamat, dan 20 orang lain ditemukan dalam kondisi meninggal.

    Sebanyak 20 jenazah tersebut ditemukan nelayan di perairan Wotu, Kabupaten Luwu Timur. Jenazah dibawa ke Rumah Sakit Umum I Lagaligo, Wotu, untuk dibawa ke posko DVI Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat di Kecamatan Siwa, Kabupaten Wajo.

    Kepala Badan SAR Nasional wilayah Makassar, Roki Asikin, mengatakan masih ada sekitar 59 orang penumpang kapal nahas tersebut yang belum ditemukan. "Pencarian masih terus kita lakukan sampai tujuh hari pertama, atau selama sepekan, nanti kita lihat apakah waktu pencarian akan diperpanjang atau tidak," katanya.

    HASWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.