PAN: Ada Reshuffle Kabinet Setelah Harga BBM Turun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi didampingi Ibu Iriana Widodo, bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Ibu Mufidah Kalla, saat pemotretan bersama Kabinet Kerja di halaman Istana Negara, Jakarta, 27 Oktober 2014. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi didampingi Ibu Iriana Widodo, bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Ibu Mufidah Kalla, saat pemotretan bersama Kabinet Kerja di halaman Istana Negara, Jakarta, 27 Oktober 2014. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN) Aziz Subekti membenarkan kabar rencana perombakan kabinet pemerintah Presiden Joko Widodo. “Perkiraan teman-teman perombakan dilakukan setelah adanya pengumuman penurunan harga BBM,” kata Aziz kepada Tempo, Rabu, 23 Desember 2015.

    Aziz mengaku mendapatkan informasi tersebut dari sumber di lingkungan Istana Negara. Menurut dia, setidaknya ada dua menteri yang akan diganti. Keduanya akan diganti oleh kader PAN.

    “Saya kira Ketua Umum PAN sudah menerima informasi itu, apalagi dia juga dekat dengan Taufik,” kata Aziz. Dia yakin perombakan kabinet bakal dilakukan Presiden Jokowi dalam waktu dekat. “Sepertinya begitu, tapi kabar masih simpang-siur.”

    Sebagai partai bekas Koalisi Merah Putih, PAN mengaku tidak berharap banyak mendapat jatah kursi menteri di kabinet Jokowi. Hanya, kata dia, koalisi partai pendukung pemerintah meminta agar PAN mendapatkan jatah kursi menteri. “Katanya kalau masuk koalisi harus mendukung secara konkret,” katanya.

    Isu perombakan kabinet kedua kalinya bergulir saat PAN mulai menyatakan bergabung mendukung pemerintah. Bahkan, ada pembicaraan secara intensif untuk membahas perombakan itu. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan ia dan Presiden Jokowi saat ini masih melakukan evaluasi terhadap seluruh jajaran Menteri di Kabinet Kerja.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.