Maulid Nabi dan Natal Berbarengan, Ini Pesan Muhammadiyah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MUI Din Syamsuddin bersama dua Wakil Ketua Nazarrudin Umar (kanan) dan Didin Hafiduddin (kiri). TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua MUI Din Syamsuddin bersama dua Wakil Ketua Nazarrudin Umar (kanan) dan Didin Hafiduddin (kiri). TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan perayaan Maulid Nabi dan hari raya Natal yang jatuh hampir berbarengan merupakan jembatan antar umat beragama untuk saling menghormati.

    "Jembatan sosiokultural untuk meningkatkan persaudaraan, kebersamaan, dan kerjasama yang lebih otentik," ujarnya, Rabu, 23 Desember 2015. Ia melanjutkan hubungan otentik antar umat beragama lahir dari ketulusan.

    Ketulusan yang dimaksudkan oleh Haedar adalah ketulusan beragama dengan mengembangkan sikap toleran, welas asih, dan persahabatan di tengah perbedaan. "Seraya menghilangkan prasangka," ia menjelaskan.

    Ia menuturkan prasangka dan sikap saling menegasikan satu sama lain antar umat beragama harus dihilangkan. Haedar juga mengatakan agama harus dijadikan sebagai jalan hidup damai dan maju dalam kebersamaan.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.