Pasca-Penangkapan Teroris, Gegana Sisir Gereja di Mojokerto

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengamanan gereja menjelang Natal. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Pengamanan gereja menjelang Natal. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.COMojokerto – Pasca-penangkapan empat terduga teroris di Kota Mojokerto dan Kabupaten Gresik, aparat Polri dan TNI di Kota dan Kabupaten Mojokerto memperketat pengamanan gereja. Menjelang Natal, tim Gegana Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah Jawa Timur, dibantu aparat kepolisian resor setempat, menyisir bangunan dalam sejumlah gereja dan halaman sekitar gereja.

    Tim Gegana menyisir setiap sudut bangunan gereja dan memeriksa barang bawaan jemaat yang mengikuti kegiatan peribadatan sebelum puncak perayaan Natal. Kepolisian Resor Mojokerto dan Polres Mojokerto Kota, bersama aparat TNI setempat, juga menyiagakan sejumlah personel di tiap gereja. 

    Kepala Polres Mojokerto Ajun Komisaris Besar Budhi Herdi Susianto mengatakan ada sekitar 1.100 personel gabungan, baik dari Polri, TNI, Satpol PP, maupun elemen masyarakat lainnya, dalam pengamanan Natal dan tahun baru di wilayah hukum kepolisian setempat. 

    “Polres Mojokerto mengerahkan 530 personel dan dibantu personel lain, baik dari Kodim 0815, Denpom V/2, Sub Garnisun, Satpol PP, Dinas Perhubungan, maupun elemen masyarakat lain, seperti Pramuka, Senkom, Orari, dan Tagana,” ujarnya, Rabu, 23 Desember 2015.

    Menurut Budhi, dari 54 gereja yang ada di wilayah hukum Polres Mojokerto, 20 gereja akan melakukan Misa Natal pada 24 Desember 2015. Sedangkan 34 gereja lain menggelar Misa Natal secara bergantian.

    “Mulai hari ini, 10-20 personel Polri, TNI, Satpol PP, dan Linmas disiagakan menjaga setiap gereja,” tuturnya. Pengamanan dilakukan di tiga area, baik di dalam gedung gereja, halaman, maupun tempat parkir. Petugas dilengkapi alat pendeteksi logam atau metal detector untuk memeriksa barang bawaan jemaat. Selain pengamanan aparat gabungan Polri dan TNI, pengurus gereja melakukan pengamanan internal dari pemuda gereja. 

    Pengamanan ketat juga dilakukan Polres Mojokerto Kota. Dari 37 gereja yang ada di wilayah hukum kepolisian setempat, ada sembilan yang menjadi perhatian karena jumlah anggota jemaat yang banyak. 

    “Awalnya, kami merencanakan tiap gereja dijaga 6-10 personel. Namun ditingkatkan jadi 14 personel, bergantung pada banyaknya jemaat gereja,” kata Kepala Bagian Operasional Polres Mojokerto Kota Komisaris David Subagio.

    David mengatakan Polres Mojokerto Kota mengerahkan 352 personel, dibantu Kodim 0815, Satpol PP, dan elemen lain.

    ISHOMUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.