Buya Syafii Temui Pimpinan KPK, Ada Apa?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Komisi Etik Komisi Pemberantasan Korupsi dari kiri: Prof Sjahruddin Rosul, Bibit Samad Rianto, Abdullah Hehamahua,Said Zainal Abidin, Prof Marjono Reksodiputro, Anwar Nono Makarim, dan Buya Syafii Maarif dalam Konferensi Pers di Jakarta. TEMPO/Seto Wardhana

    Anggota Komisi Etik Komisi Pemberantasan Korupsi dari kiri: Prof Sjahruddin Rosul, Bibit Samad Rianto, Abdullah Hehamahua,Said Zainal Abidin, Prof Marjono Reksodiputro, Anwar Nono Makarim, dan Buya Syafii Maarif dalam Konferensi Pers di Jakarta. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.COJakarta - Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Buya Syafii Maarif hari ini mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk bertemu dengan pimpinan baru komisi antirasuah tersebut.

    “Saya dan Romo Magnis diundang KPK untuk menyampaikan harapan dari masyarakat terhadap pimpinan baru KPK,” ujarnya saat ditemui di gedung KPK, Rabu, 23 Desember 2015.

    Buya mengatakan ia dan Romo Magnis diundang sebagai tokoh masyarakat. Dia menyebutkan dialog dengan pimpinan KPK yang berlangsung selama nyaris dua jam tersebut berlangsung cair.

    Menurut Buya, pimpinan KPK yang sekarang berjanji untuk berbuat yang terbaik meskipun nantinya tidak didukung partai politik. “Mereka mengatakan, meski tanpa dukungan, itu tidak akan mengganggu kinerja mereka. Mudah-mudahan itu betul,” ucanya.

    Buya pun berpesan kepada KPK “Jilid IV” ini agar mereka solid. “Harus kompak dan tidak boleh macam-macam,” katanya. Buya mengaku kunjungannya ini masih akan berlanjut karena ia diundang kembali oleh KPK. “Untuk berbincang lagi lebih mendalam,” tuturnya.

    Kelima pemimpin KPK periode baru mengucapkan sumpah jabatan di depan Presiden Joko Widodo. Kelimanya mengucap janji pada Senin, 21 Desember 2015, dengan disaksikan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

    BAGUS PRASETIYO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.