Pengamanan Tahun Baru, 30 Polisi Jaga PLTU Paiton  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PLTU Paiton. TEMPO/Rully Kesuma

    PLTU Paiton. TEMPO/Rully Kesuma

    TEMPO.COProbolinggo - Kepolisian Resor Probolinggo menerjunkan 30 personel untuk menjaga pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dalam rangka melakukan pengamanan selama Natal dan tahun baru. Kepala Bagian Operasional Polres Probolinggo Komisaris Budi Sulistyanto mengatakan obyek vital nasional ini menjadi salah satu yang diamankan selain gereja di Probolinggo.

    "Dari Polsek Paiton dan Sabhara yang melakukan penjagaan di PLTU Paiton," katanya, Rabu, 23 Desember 2015. 

    PLTU Paiton merupakan obyek vital nasional yang terletak di tepi Pantai Utara Jawa Timur, tepatnya di Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Terdapat enam unit pembangkit listrik yang mengaliri listrik untuk Jawa dan Bali.

    Terkait dengan pengamanan perayaan Natal dan tahun baru 2016, Polres Probolinggo mengerahkan 286 personel untuk pengamanannya. "Ada tujuh gereja di Kabupaten Probolinggo," katanya. Dalam setiap gereja tersebut, personel yang diterjunkan untuk melakukan pengamanan berasal dari polsek tempat gereja tersebut berada. "Sabhara juga akan dilibatkan untuk pengamanan gereja.”

    Budi mengatakan sebenarnya prioritas pengamanan dalam perayaan Natal 2015 dan tahun baru 2016 ini tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu tempat peribadatan umat Kristen dan Katolik serta pusat perayaan tahun baru, yakni Alun-alun Kota Kraksaan. Polres Probolinggo juga akan menempatkan personelnya di beberapa titik untuk merazia kendaraan bermotor berknalpot bronx.

    Budi mengatakan, dalam persiapan pengamanan Natal dan tahun baru, Polres Probolinggo melaksanakan kegiatan gelar pasukan di halaman Markas Polres Probolinggo.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.