Ikut Bela Negara, PNS Sleman Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Mayat

    Ilustrasi Mayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pegawai negeri sipil (PNS) meninggal dunia sesaat setelah mengikuti program bela negara, Rabu, 23 Desember 2015. PNS Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta, Isparwono, 53 tahun, itu meninggal dunia di dalam ambulans saat dibawa ke Rumah sakit Umum Pusat Sardjito.

    Isparwono mengikuti pelatihan kepemimpinan dan bela negara di markas Batalion 403 selama 2 hari. Seusai ikut outbound, diduga ia mengalami serangan jantung.

    "Setelah mengikuti program. Seusai ikut paintball," kata Agus Supriyanto, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu, 23 Desember 2015.

    Program pelatihan kepemimpinan dan bela negara itu diselenggarakan BKD untuk beberapa instansi. Program itu digelar selama 2 hari, Selasa-Rabu, 22-23 Desember 2015. Acara ada yang indoor dan outdoor. Acara indoor di antaranya pelatihan kepemimpinan berupa ceramah dan lain-lain. Untuk outdoor, ada berbagai permainan outbond. "Yang bersangkutan sudah keluar dari permainan. Sudah tanda tangan selesai," katanya.

    Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta Baskara Aji membenarkan anak buahnya meninggal setelah mengikuti acara itu. Sebelum ikut bela negara itu, Isparwono sehat. Tapi, setelah mengikuti program bela negara dan sudah istirahat, ia tiba-tiba anfal. "Isparwono sudah kami serahkan ke keluarga," ujarnya.

    Komandan Batalion Infanteri 403 Mayor inf Imran Masyudi menyatakan pihaknya hanya sebagai mentor dan ketempatan lokasi. Semua permainan dilakukan oleh pihak BKD. "Permainan dari BKD, kami menyediakan lokasi," ucapnya.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.