Aburizal Bakrie Minta Ketua Golkar Jateng Tak Diganti  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketum Golkar Munas Bali, Aburizal Bakrie  (tengah), seusai melaksanakan upacara tabur bunga dan ziarah, di Taman Makan Pahlawan Kalibata, Jakarta, 20 Oktober 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketum Golkar Munas Bali, Aburizal Bakrie (tengah), seusai melaksanakan upacara tabur bunga dan ziarah, di Taman Makan Pahlawan Kalibata, Jakarta, 20 Oktober 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Semarang - Partai Golkar Jawa Tengah menggelar Musyawarah Daerah IX di Hotel Semesta, Semarang, Selasa-Rabu, 22-23 Desember 2015. Salah satu agenda dalam musyawarah daerah adalah pemilihan Ketua Partai Golkar Jawa Tengah periode 2015-2020. Diprediksi, Ketua Golkar Jawa Tengah periode 2009-2015 Wisnu Suhardono akan terpilih kembali.

    Bahkan, secara terbuka Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menegaskan telah meminta Wisnu menjabat ketua Partai Golkar lagi. Semua pengurus DPD II Golkar di Jawa Tengah, kata dia, juga meminta Wisnu menjadi ketua lagi.

    "Wisnu adalah seorang yang ahli lobi yang luar biasa," kata Aburizal dalam sambutan pembukaan musyawarah daerah, Selasa, 22 Desember 2015. Wisnu mulai menjabat Ketua Golkar Jawa Tengah sejak 2009.

    Aburizal lalu bercerita bagaimana dalam musyawarah daerah 2009, dirinya juga yang meminta agar Wisnu "memegang" Golkar Jawa Tengah. Kala itu, kata Aburizal, Wisnu tak langsung menjawab. Malahan ia mengusulkan nama lain. Tapi, akhirnya Wisnu mau menjabat sebagai Ketua Golkar Jawa Tengah.

    Meski mendukung Wisnu, Aburizal mempersilakan jika ada kader Golkar, selain Wisnu, maju menjadi calon Ketua Golkar Jawa Tengah. "Silakan kalau ada. Kalau ada yang berani," kata Aburizal.

    Ketua panitia musyawarah daerah, Noor Achmad, memprediksi pemilihan Ketua Golkar Jawa Tengah akan dilakukan secara aklamasi. Semua sepakat memilih Wisnu Suhardono menjadi Ketua Golkar Jawa Tengah lagi. "Musda kemungkinan hanya akan sehari karena kami sepakat meminta Wisnu menjadi ketua lagi," kata Noor Achmad.

    ROFIUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.