Gempa Vulkanik Bromo Mulai Terdeteksi, Pertanda Apa?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (kanan) mengamati Gunung Bromo di Pos Pantau Pengamatan Gunung Api Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, 18 Desember 2015. ANTARA/Zabur Karuru

    Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (kanan) mengamati Gunung Bromo di Pos Pantau Pengamatan Gunung Api Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, 18 Desember 2015. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Probolinggo - Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bromo di Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, mulai mendeteksi munculnya gempa vulkanik pada Rabu, 23 Desember 2015.

    Gempa ini terdeteksi melalui seismometer atau seismograf yang menjadi salah satu alat di Pos PGA Bromo untuk mengamati aktivitas vulkanis Bromo.

    Berdasarkan informasi yang diperoleh Tempo dari Pos PGA Bromo, pengamatan kegempaan mulai Rabu dinihari hingga pukul 06.00 WIB. Tercatat sekali terjadi gempa vulkanik dalam (VA) amplitudo maksimum 34 milimeter s-p 1 detik dengan  lama gempa 12 detik sekitar pukul 01.00 WIB. Sedangkan untuk tremor tercatat dengan amplitudo maksimum 4-30 milimeter dan dominan 9 milimeter.

    Belum ada keterangan resmi dari pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ihwal kemunculan gempa vulkanik ini. Namun dalam wawancara Tempo sebelumnya dengan Kepala Pos PGA Bromo Achmad Subhan,  kemunculan gempa vulkanik ini terjadi pada erupsi 2010.  "Gempa vulkanik muncul banyak, setelah itu tremor. Tremor naik, kemudian abu yang keluar banyak," kata Subhan.

    Hingga sampai keluar letusan strombolian, yakni lava pijar yang tersembur seperti kembang api. Sedangkan pada erupsi yang terjadi saat ini, yang lebih dominan adalah tremor menerus.  "Sedangkan gempa vulkanik tidak terlalu signifikan," katanya.

    Hal ini, kata Subhan, berpengaruh pada suplai magma yang keluar. "Karena untuk erupsi sekarang, gempa vulkanik kemungkinan besar tertutupi oleh gempa tremor yang membesar," katanya.

    Dibandingkan dengan erupsi 2010, tremornya kecil, tapi gempa vulkaniknya banyak. Sementara itu, secara visual, Bromo tampak jelas dan kadang berkabut. Asap yang keluar dari kawah berwarna kelabu dan kecokelatan sedang hingga tebal dengan tekanan sedang hingga kuat. Ketinggian asap berkisar 900 meter dari puncak atau 3.229 meter di atas permukaan laut.  Asap mengarah ke timur dan tenggara atau mengarah ke Lumajang.

    Kendati demikian, status aktivitas vulkanis Gunung Bromo masih tetap di level III atau siaga. Radius aman untuk pengunjung Bromo 2,5 kilometer dari pusat kawah Bromo. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menutup akses ke kaldera Bromo serta kawah Bromo.



    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.