Jadi Tersangka, RJ Lino: Saya Masih Tidur Nyenyak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Pelindo Richard Joost Lino, tiba di gedung KPK Jakarta, 15 April 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Direktur Utama PT Pelindo Richard Joost Lino, tiba di gedung KPK Jakarta, 15 April 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (persero) Richard Joost Lino mengaku siap menjalani proses hukum setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. "Saya ikuti proses hukumnya," ujarnya saat ditemui Tempo, di kantor PT Pelabuhan Indonesia II (persero), Jakarta, Selasa, 22 Desember 2015.

    Lino menuturkan tidak ada yang berubah dari aktivitas kesehariannya. Bahkan, menurutnya, dia tidak akan sedikit pun mundur dari penegakan hukum. "Saya santai saja, saya tidur masih seperti biasa, malah kalau alarm gak bunyi saya gak bangun," katanya sambil tertawa.

    Lebih jauh Lino menjelaskan, semua hal terkait dengan pembelaan hukum dirinya sudah diserahkan sepenuhnya kepada kuasa hukum. "Kalau lebih jelasnya tanya saja sama Yusril Ihza Mahendra," ucapnya.

    Jumat, 18 Desember 2015, Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Direktur Utama Pelindo II Richard Joost Lino sebagai tersangka. Lino diduga telah menyalahgunakan wewenangnya untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi terkait dengan pengadaan crane di Pelindo II.

    ABDUL AZIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.