TNI Bantu Polri Amankan Natal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan gabungan TNI-Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja Pemprov DKI Jakarta mengikuti apel gelar pasukan Operasi Lilin Jaya 2010 di Monas. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pasukan gabungan TNI-Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja Pemprov DKI Jakarta mengikuti apel gelar pasukan Operasi Lilin Jaya 2010 di Monas. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Kepala Pusat Penerangan Markas Besar TNI Mayor Jenderal Tatang Sulaiman mengatakan kesatuannya dari pusat hingga daerah siap mengamankan perayaan Maulid Nabi, Natal, dan Tahun baru. "Diminta atau tidak kami tetap siaga," katanya ketika dihubungi, Selasa, 22 Desember 2015.

    Kesiapan dan kesiagaan TNI ini terkait dengan pernyataan Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso yang menyatakan Indonesia dalam siaga satu dari ancaman terorisme. Hal itu merupakan buntut penangkapan sembilan orang teroris di beberapa daerah.

    Menurut Tatang, langkah itu dilakukan agar TNI bisa membantu Polri di setiap daerah jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Tatang mengatakan bantuan akan diberikan setelah adanya koordinasi antara Polri dan TNI.

    Tatang mengatakan hingga saat ini Polri belum meminta besaran kekuatan yang dibutuhkan untuk pengamanan. Dia juga tidak mau menjelaskan berapa personel TNI yang diterjunkan. Yang jelas, kata dia, TNI akan mengamankan titik obyek vital di setiap daerah.

    Beberapa lokasi yang akan diamankan di antaranya tempat ibadah, obyek wisata, pusat pemerintahan, dan tempat keramaian, serta sentra ekonomi. "Seperti Papua yang menjadi titik perhatian," katanya. Menurut dia, Papua memerlukan perhatian khusus karena peristiwa Tolikara.

    Tatang enggan menjelaskan daerah mana yang menjadi perhatian khusus selain Papua. Karena, ucap dia, TNI tidak ingin terbawa skenario orang. "Kami siaga," katanya.

    HUSSEIN ABRI YUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.