Natal di Bali Diamankan Bendesa dan Pecalang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pecalang (keamanan desa) bernegosiasi dengan kordinator masa yang diduga akan menggagalkan Musyawarah Nasional XI Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, 30 November 2014. TEMPO/Johannes P. Christo

    Seorang pecalang (keamanan desa) bernegosiasi dengan kordinator masa yang diduga akan menggagalkan Musyawarah Nasional XI Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, 30 November 2014. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Denpasar - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar Perayaan telah mempersiapkan pola pengamanan Hari Raya Natal dan Tahun Baru  di beberapa titik lokasi di wilayah hukum Polresta Denpasar.

    "Ada pengalihan arus, dan kami akan kedepankan fungsi Babinkamtibmas," kata Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Denpasar, Komisaris Besar Anak Agung Made Sudana, di Polresta Denpasar, Selasa, 22 Desember 2015.

    Pasca peristiwa berdarah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan dan Jalan Teuku Umar, polisi melakukan evaluasi pengamanan Denpasar menjelang Natal dan Tahun Baru 2016.  

    "Penebalan petugas pasti melihat eskalasi tentunya kami akan melihat suasana di lapangan. Berbagai informasi yang ada kami selalu waspadai. Kami kerahkan sekitar 1.800 personil dari Polresta Denpasar," ujarnya.

    "Bagi saya yang penting adalah pasca tahun baru.  Ini bisa menjadi celah kesempatan untuk perbuatan yang tidak-tidak (memanfaatkan situasi) anggota yang lelah karena bertugas saat perayaan tahun baru," tambah Sudana.

    Sudana mengaku pihaknya sudah mempersiapkan pengamanan untuk sejumlah gereja-gereja di Denpasar menjelang perayaan Natal.

    "Di Denpasar ada 90 gereja. Gereja yang besar ada 9. Pengamanan gereja sudah kami bagi, dan kami libatkan bendesa adat dan pecalang," kata Sudana.

    BRAM SETIAWAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.