Bandung Ganti Proyek Pengolahan SampahTak Ramah Lingkungan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membersihkan sampah yang menutupi permukaan Sungai Cikapundung Kolot di permukiman padat Kelurahan Samoja, Bandung, 30 Juli 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Petugas membersihkan sampah yang menutupi permukaan Sungai Cikapundung Kolot di permukiman padat Kelurahan Samoja, Bandung, 30 Juli 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah dengan menggunakan teknologi insinerator yang rencananya bakal dibangun di Gedebage, Kota Bandung, hingga kini masih menuai protes. Proyek ini dinilai tidak ramah lingkungan.

    Untuk itu Pemerintah Kota Bandung berniat mengganti insinerator dengan biodigester yang ramah lingkungan. "Lokasinya di tanah milik PD Kebersihan di Pasir Impun," kata Direktur Utama PD Kebersihan Deni Nurdiana di Bandung, Selasa, 22 Desember 2015.

    Deni menambahkan, sama seperti insinerator, biodigester juga akan menghasilkan gas dari sampah yang diurai untuk dikonversi menjadi tenaga listrik. Meski demikian, Deni belum bisa menyebutkan jumlah produksi listrik yang bisa dihasilkan. "Kapasitasnya menampung 200 ton sampah," ujarnya.

    Pada dasarnya, lanjut Deni, baik PLTSa dengan teknologi insinerator maupun biodigester diharapkan bisa mengurangi ritase angkut sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.

    Pasalnya, PD Kebersihan kekurangan armada pengangkut sampah sehingga dari 1.500 ton sampah di Kota Bandung per hari hanya bisa terangkut 1.200 ton. "Armada yang kami punya 95 truk, yang layak cuma 35 truk. Ideal kita harus punya 200 truk," akunya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.