Bocoran dari Kalla Soal Kabar Akhir Tahun Ada Reshuffle

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri acara silaturahmi dan makan siang bersama wartawan, di kantor Wakil Presiden, Jakarta, 22 Desember 2015. Dalam sambutannya Jusuf Kalla menyatakan wartawan ini mewakili 250 juta penduduk Indonesia. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri acara silaturahmi dan makan siang bersama wartawan, di kantor Wakil Presiden, Jakarta, 22 Desember 2015. Dalam sambutannya Jusuf Kalla menyatakan wartawan ini mewakili 250 juta penduduk Indonesia. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla tidak membenarkan atau membantah ketika ditanya apakah akan ada reshuffle kabinet pada akhir tahun ini. Ia hanya tersenyum.

    Tapi Kalla mengatakan presiden dan dirinya hingga saat ini masih melakukan evaluasi dan penilaian terhadap seluruh jajaran menteri di Kabinet Kerja. Evaluasi itu nantinya akan dijadikan pertimbangan Istana dalam merombak kabinet.

    Kalla mengatakan penetapan tanggal pasti perombakan kabinet belum dibicarakan dengan Presiden Joko Widodo. "Belum. Belum dibicarakan," kata dia di kantornya, Selasa, 22 Desember 2015.

    Kalla juga membantah ihwal beredarnya nama-nama menteri yang akan dicopot dan penggantinya. Menurut dia, masih terlalu dini untuk membicarakan perombakan kabinet dalam waktu dekat. 

    Sebelumnya, kabar perombakan kabinet jilid II dalam pemerintahan Jokowi-JK tersiar setelah Partai Amanat Nasional mengumumkan bergabung dengan partai koalisi pemerintah. Ketua Partai Amanat Nasional Yandri Susanto menyatakan partainya telah siap apabila Presiden Joko Widodo memberikan kursi menteri kepada salah satu kadernya. 

    Kabar perombakan kabinet itu terdengar akan dilakukan Jokowi dan Kalla pada akhir Desember ini atau setelah pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak pada 9 Desember 2015.  

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.