Korban Tewas KM Marina di Teluk Bone Bertambah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim SAR mengevakuasi salah seorang korban tenggelamnya KM Marina Baru 2B di Pelabuhan Lasusua Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, 21 Desember 2015. ANTARA/Jojon

    Tim SAR mengevakuasi salah seorang korban tenggelamnya KM Marina Baru 2B di Pelabuhan Lasusua Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, 21 Desember 2015. ANTARA/Jojon

    TEMPO.COMakasar - Jumlah korban tewas dalam insiden tenggelamnya Kapal Motor Marina 2B di Teluk Bone bertambah. Polisi menemukan sesosok mayat anak laki-laki pada Selasa, 22 Desember 2015. 

    "Iya, benar ada mayat anak laki-laki mengenakan pelampung KM Marina yang ditemukan nelayan setempat," kata Wakil Kepala Kepolisian Resor Luwu Timur Komisaris Agus Chaerul saat dihubungi Tempo, Selasa, 22 Desember 2015.

    Hingga kini, mayat anak laki-laki itu masih disimpan di rumah sakit di dekat Wotu, Luwu Timur. Penguburan jenazah ini menunggu identifikasi tim Inafis Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat. Untuk itu, mayat anak laki-laki tersebut akan dibawa ke Rumah Sakit Siwa, Kabupaten Wajo, lokasi posko postmortem tim DVI Polda Sulawesi Selatan-Barat.

    Agus mengaku pihaknya belum mengetahui identitas mayat anak laki-laki tersebut. Kepolisian setempat masih mengumpulkan informasi dan data mengenai penemuan jenazah terakhir korban kapal nahas itu. "Saya masih tunggu laporan lagi. Identitasnya belum diketahui untuk saat ini," ucapnya.

    Juru bicara Polda Sulawesi Selatan dan Barat, Komisaris Besar Frans Barung Mangera, membenarkan penemuan mayat anak laki-laki di perairan Wotu, Luwu Timur, itu. Dengan penemuan mayat tersebut, berarti sudah 44 dari 118 penumpang kapal Marina yang ditemukan. Masih ada 74 penumpang yang belum ditemukan. Sedangkan korban tewas bertambah menjadi empat orang. Sebelumnya, tiga korban tewas adalah Firdaus, 9 tahun, Mutmainnah, 9 bulan, dan Sitti Badriah, 50 tahun.

    Kapal Marina Baru 2B bertolak dari Pelabuhan Tobaku menuju Pelabuhan Siwa pada Sabtu, 19 Desember 2015, sekitar pukul 11.00 Wita. Dalam perjalanannya, kapal yang memuat lebih dari seratus penumpang itu dihantam ombak tinggi. Akibatnya, bak mesin kapal itu pecah dan kemasukan air sehingga karam. 

    Nakhoda kapal Marina sempat mengabarkan cuaca buruk kepada pihak syahbandar, sebelum akhirnya dinyatakan hilang kontak lantas karam.

    TRI YARI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.