Ditekan Pansus Pelindo, Rini Soemarno: Saya Tak Nyaman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 30 Juni 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 30 Juni 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COSurabaya - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno mengaku pasrah menghadapi hasil rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) Angket Pelindo II Dewan Perwakilan Rakyat. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Joko Widodo soal rekomendasi Panitia Khusus yang meminta dirinya dicopot.

    "Kabinet itu kan keputusannya oleh Presiden, jadi kami serahkan sepenuhnya kepada Presiden," ujar Rini seusai acara penandatanganan Sinergi Badan Usaha Milik Negara di Masjid Al Akbar Surabaya, Selasa, 22 Desember 2015. Selebihnya, ia tak mau banyak berkomentar soal hasil rekomendasi tersebut.

    Rini hadir dalam acara Sinergi Badan Usaha Milik Negara dan berpidato di depan para petani tebu serta beberapa staf badan usaha pelat merah itu. Ketika berpidato, Rini mengaku sedang menghadapi ketidaknyamanan dalam bekerja karena tekanan politik. Meski begitu, perempuan 57 tahun itu tetap merasa optimistis. "Asalkan punya niat baik untuk membangun bangsa dan menyejahterakan rakyat, saya yakin pasti akan menemukan jalan," katanya.

    Rini lantas memohon doa restu kepada undangan yang hadir agar dirinya tetap bisa memberikan yang terbaik untuk rakyat Indonesia. “Kita yakin bisa sejahtera," ujarnya.

    Sebelumnya, Panitia Khusus Angket Pelindo II memberikan tujuh rekomendasi setelah memeriksa kasus Pelindo II. Menurut Ketua Pansus Pelindo, politikus PDIP Rieke Dyah Pitaloka, rekomendasi itu merupakan hasil kerja timnya sejak 13 Oktober hingga 15 Desember 2015. 

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.