Ciletuh Sukabumi Resmi Berstatus Geopark Nasional  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan menikmati keindahan Curug awang yang berada di kawasan Taman Ciletuh di Kecamatan Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat, 5 September 2015. Tidak hanya terdapat fosil batuan, kawasan ini juga terdapat sembilan air terjun yang indah. TEMPO/Frannoto

    Wisatawan menikmati keindahan Curug awang yang berada di kawasan Taman Ciletuh di Kecamatan Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat, 5 September 2015. Tidak hanya terdapat fosil batuan, kawasan ini juga terdapat sembilan air terjun yang indah. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.COBandung - Pemerintah resmi mengukuhkan kawasan Ciletuh di Sukabumi sebagai Geopark Nasional. “Resminya ditetapkan sebagai Geopark Nasional hari ini,” kata Ketua Tim Task Force Revitalisasi Museum Kegeologian dan Pengembangan Geopark Staf Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Lingkungan Bidang Lingkungan Hidup dan Tata Ruang Yunus Kusumahbrata di Gedung Sate, Bandung, Selasa, 22 Desember 2015. 

    Bersamaan dengan pengukuhan itu, Yunus menyerahkan Sertifikat Geopark Nasional Ciletuh kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Hadir sejumlah perwakilan UNESCO, kementerian dan lembaga, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, PT Bio Farma, PT Perkebunan Nusantara VIII, serta akademikus.

    Yunus mengatakan Indonesia saat ini sudah memiliki dua global geopark yang dikukuhkan UNESCO, yakni Gunung Batur dan Gunung Sewu. Selain itu, terdapat empat geopark nasional. “Yaitu Kaldera Toba, Rinjani, Merangin Jambi, dan terakhir ini, Geopark Ciletuh Sukabumi,” katanya. 

    Menurut Yunus, dokumen usulan Geopark Ciletuh diterima Tim Task Force sejak 11 November 2015. Pengukuhan kelayakan Ciletuh dilakukan mengikuti standar geopark yang diterbitkan UNESCO hingga kesimpulannya layak mendapatkan penetapan sebagai Geopark Nasional.

    Yunus mengatakan pemerintah provinsi juga berniat mengusulkan Geopark Ciletuh mendapat pengakuan sebagai Geopark Global oleh UNESCO. Rencananya, dokumen usulan akan dikirim kepada tim Global Geopark Network pada 2017. 

    Sejumlah rencana pengembangan infrastruktur mendukung kawasan itu sudah disiapkan pemerintah Jawa Barat. “Jawa Barat merencanakan menggelontorkan anggaran banyak sekali pada 2016-2017 untuk membangun Ciletuh. Besarnya, puluhan miliar rupiah,” tuturnya. 

    Menurut Yunus, pengakuan global geopark itu menjadi kebanggaan bagi Indonesia sebagai pernyataan negara ini bisa berdiri sejajar dengan negara lain dan punya kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mensejahterakan masyarakat di kawasan geopark itu. 

    “Indonesia bisa berbangga diri, punya pride nasional, tidak lagi dikategorikan negara yang ‘super-merusak’ dan itu kita buktikan dengan membangun geopark,” ujarnya. 

    AHMAD FIKRI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.