Undang Makan Siang, JK Blak-blakan dengan Wartawan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres Jusuf Kalla berbincang dengan awak media dalam silaturahmi dan makan siang di kantor Wakil Presiden, Jakarta, 22 Desember 2015.  Puluhan wartawan yang biasa mengepos di Kantor Wakil Presiden diundang untuk makan siang bersama. TEMPO/Imam Sukamto

    Wapres Jusuf Kalla berbincang dengan awak media dalam silaturahmi dan makan siang di kantor Wakil Presiden, Jakarta, 22 Desember 2015. Puluhan wartawan yang biasa mengepos di Kantor Wakil Presiden diundang untuk makan siang bersama. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengundang puluhan wartawan yang biasa mengepos di Kantor Wakil Presiden untuk makan siang bersama. Kalla mengatakan makan siang bersama ini sebagai momentum silaturahmi dengan wartawan yang biasa mewawancarainya di Kantor Wakil Presiden.

    Dalam sambutannya, Kalla menilai ia banyak dikritik berbagai kalangan karena terlalu mudah memberikan informasi kepada wartawan, khususnya informasi yang berkaitan dengan program pemerintahan saat ini. Menurut Kalla, informasi itu wajib diberikan kepada wartawan yang juga mewakili unsur masyarakat.

    "Wartawan ini mewakili 250 juta penduduk, kalau kita tidak baca informasi tentang apa yang terjadi, ketika informasi tidak sampai, maka tujuan tidak akan sampai," kata Kalla, di kantornya, Selasa, 22 Desember 2015. "Tidak bisa ikut serta menata masa depan, walaupun kadang-kadang timbul debat, tapi ya itu risikonya. Jadi saya tetap memberikan informasi yang baik walau ditulisanya kadang ada satu dua yang berlebihan atau berkekurangan."

    Kalla juga mempersilakan para wartawan bertanya tentang isu apa pun. Mulai isu sensitif hingga hal lainnya. Asalkan, kata dia, disertai latar belakang pertanyaan yang ditujukan. Kalla juga sempat menyinggung banyak wartawan yang menanyakan suatu isu tanpa mengerti substansinya. Akibatnya, banyak terjadi berita yang simpang siur dan di luar konteks.

    Dia juga mengucapkan salam perpisahan bagi wartawan Istana Wakil Presiden yang tahun depan sudah tidak ditugaskan lagi di Istana. Kalla berharap, kualitas hidup wartawan akan menjadi lebih baik.



    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.