Menjelang Sidang Tuntutan, Suryadharma Ali Sakit Jantung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa mantan Menteri Agama, Suryadharma Ali berjalan saat menghadiri sidang lanjutan dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama tahun 2011-2013 di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 9 November 2015. ANTARA/Rosa Panggabean

    Terdakwa mantan Menteri Agama, Suryadharma Ali berjalan saat menghadiri sidang lanjutan dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama tahun 2011-2013 di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 9 November 2015. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.COJakarta - Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali dijadwalkan menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Selasa, 22 Desember 2015 pukul 09.00. Namun hingga pukul 12.00 WIB, sidang tak kunjung dimulai. Rupanya menjelang sidang tuntutan itu Suryadharma Ali terserang penyakit jantung. 

    “Beliau sakit jantung, kemarin sore masuk rumah sakit. Sekarang dia sedang di klinik KPK. Kami sedang menunggu keputusan medis,” ujar kuasa hukum Suryadharma Ali, Johnson Panjaitan, saat ditemui di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi hari ini.

    Pada sidang sebelumnya, Surya mendapatkan dakwaan berlapis. Jaksa penuntut umum mendakwa Surya dengan Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP atau Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP.

    Dari aturan tersebut, Surya yang juga mantan politikus dari Partai Persatuan Pembangunan, ini bisa dikenai ancaman hukuman penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.

    Selama menjadi Menteri Agama pada 2010-2014, Surya diduga menyalahgunakan wewenang dalam hal penunjukan petugas panitia penyelenggara ibadah Haji dan petugas pendamping Amirul Haji.

    Selain itu, Surya dituding menyalahgunakan Dana Operasional Menteri dan mengarahkan tim Penyewaan Perumahan Jemaah Haji Indonesia untuk menyewa penginapan yang tak sesuai dengan ketentuan. Surya juga dituding memanfaatkan sisa kuota haji nasional tidak sesuai dengan ketentuan.

    Jaksa menuliskan, dalam kasus ini negara merugi hingga Rp 27 miliar dan 17,9 juta riyal. "Akibat perbuatan Surya, diduga keuangan negara rugi hingga Rp 27 miliar dan 17,9 juta riyal," demikian tercantum dalam salinan dokumen. Angka itu didapat dari dua laporan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan tertanggal 5 Agustus 2015.

    BAGUS PRASETIYO | M RIZKI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.