Perombakan Kabinet, PAN: Kami Siap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi bersama Wapres Jusuf Kalla memimpin Sidang Kabinet Kerja di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 27 Oktober 2014. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi bersama Wapres Jusuf Kalla memimpin Sidang Kabinet Kerja di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 27 Oktober 2014. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional Yandri Susanto menyatakan partainya telah siap apabila Presiden Joko Widodo memberikan kursi menteri kepada salah satu kadernya. Jokowi memang dikabarkan berencana merombak kabinetnya dalam beberapa waktu ke depan.

    "Kalau perombakan kabinet, kan, bergantung pada Pak Jokowi. Kalau diajak, PAN sudah siap dengan kader-kader kami yang banyak berkecimpung di berbagai bidang," kata Yandri ketika dihubungi, Selasa, 22 Desember 2015. Politikus PAN ini juga menduduki posisi Sekretaris Fraksi PAN.

    Menurut Yandri, PAN memang belum berkomunikasi secara langsung dengan Jokowi terkait dengan perombakan Kabinet Kerja. "Tapi Pak Jokowi sudah kasih sinyal ada perombakan kabinet jilid dua. Kalau PAN, sih, sifatnya menunggu saja," ujar anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat tersebut.

    Namun Yandri menyatakan telah menyiapkan beberapa kadernya, seperti Taufik Kurniawan, Asman Abnur, Eddy Soeparno, Didik Junaedi Rachbini, dan Hanafi Rais. "Kalau jadi menteri apa, ya bergantung pada Pak Jokowi," tutur Yandri.

    Sementara itu, saat ditemui di Gedung Nusantara III DPR, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan menyatakan tidak ingin mencampuri hak presiden dalam merombak kabinetnya. "Perombakan kabinet itu kan hak presiden. Ketua MPR enggak mau cawe-cawe," kata politikus PAN tersebut.

    Pertengahan Agustus 2015, Jokowi sempat merombak Kabinet Kerja dan Sekretaris Kabinet. Perombakan tersebut menambah satu kursi untuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan mengurangi satu kursi Partai NasDem. Sementara itu, alokasi bagi partai lain tetap sama, yakni 3 menteri untuk Partai Kebangkitan Bangsa, 2 menteri Partai Hati Nurani Rakyat, dan 1 menteri Partai Persatuan Pembangunan.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.