RSUD Sidoarjo Berharap Bisa Pisahkan Natasya-Natalie

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Rohman Taufiq

    TEMPO/Rohman Taufiq

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo, Jawa Timur, memutuskan merujuk bayi kembar siam dempet perut, Natasya Ivana Victoria dan Natalie Ivone Victoria, ke RSUD dr Soetomo Surabaya. Ini karena kondisi satu dari dua bayi yang lahir secara caesar pada Kamis dinihari, 17 Desember 2015, itu semakin buruk.

    "Mulai jam 10.00 tadi kondisi bayi yang beratnya 1,8 kilogram saturasinya hanya 80, di bawah kondisi normal yakni 95 ke atas," kata Direktur RSUD Sidoarjo, dr Atok Irawan, sebelum merujuk bayi kembar siam tersebut ke RSUD dr Soetomo, Senin, 21 Desember 2015.

    Atok belum bisa memastikan apakah bayi kembar siam dari pasangan Dianatalia dan Johanes Dwi Putra itu nantinya akan terus menjalani perawatan dan pemisahan di RSUD Surabaya. "Tergantung kondisi bayi saat dirawat di sana," katanya.

    Sebelumnya, dalam diskusi antara tim dokter dari dua rumah sakit itu muncul keinginan agar perawatan dan pemisahan dilakukan di RSUD Sidoarjo. "Kami inginnya ada semacam transfer knowledge dari tim dokter RSUD dr Soetomo ke tim dokter RSUD Sidoarjo," ujar atok.

    Meski pihaknya berharap bisa melakukan perawatan dan pemisahan di RSUD Sidoarjo, proses pemisahan baru bisa dilakukan ketika berat bayi mencapai 10 kilogram. "Itu pun juga menunggu lama, sekitar 10 bulan dengan dirawat NICU (neonatal intensive care unit)."

    Sebelumnya Natasya Ivana Victoria dan Natalie Ivone Victoria lahir secara caesar pada Kamis dinihari, 17 Desember 2015, di RSUD Sidoarjo. Keduanya lahir prematur dengan berat badan masing-masing 1,6 kilogram dan 1,8 kilogram.

    Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyatakan siap menanggung perawatan Natasya dan Natalie. Pemkab berharap tim dokter RSUD bisa melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam sendiri.

    "Pengalaman tim dokter RSUD Sidoarjo melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam sendiri lebih berharga daripada biaya yang dikeluarkan pemerintah kabupaten," kata Penjabat Bupati Sidoarjo, Jonathan Judianto, saat menjenguk Ivana dan Ivone sebelum dirujuk ke RSUD dr Soetomo, Senin, 21 Desember 2015.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.