Kasus Bencana Asap 2015 Sedot Perhatian Netizen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota tim Relawan Masyarakat Peduli Api membuat sekat bakar di dalam Hutan Lindung Sungai Wain, Balikpapan, Kalimantan Timur, 5 Desember 2015. Pembuatan sekat bakar dilakukan untuk menjaga dan mencegah terjadinya ancaman kebakaran hutan terjadi kembali. TEMPO/Imam Sukamto

    Anggota tim Relawan Masyarakat Peduli Api membuat sekat bakar di dalam Hutan Lindung Sungai Wain, Balikpapan, Kalimantan Timur, 5 Desember 2015. Pembuatan sekat bakar dilakukan untuk menjaga dan mencegah terjadinya ancaman kebakaran hutan terjadi kembali. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Wadah petisi online Change.org mencatat kepedulian masyarakat Indonesia atas bencana kebakaran hutan yang terjadi beberapa bulan belakangan semakin meningkat. Change.org mendata terdapat 1.200 petisi dibuat oleh netizen berkaitan dengan bencana asap Indonesia tahun 2015.

    "Kalau biasanya penyumbang tanda tangannya yang banyak, ini jumlah petisinya yang banyak," kata Direktur Komunikasi Change.org Indonesia Desmarita Murni, di Synthesis Residence Jakarta, Senin, 21 Desember 2015. 

    Ia mengatakan petisi berisikan ajakan melawan kebakaran dan asap dibuat selama periode September hingga Oktober 2015. Petisi ini banyak dibuat oleh warga masyarakat yang berada di Kalimantan dan Sulawesi.

    Bencana asap juga masuk kategori petisi Lingkungan dan Satwa. Petisi Lingkungan dan Satwa sepanjang 2015 berhasil mengumpulkan dukungan suara sebanyak 325.353 orang.

    Petisi ajakan melawan kebakaran dan asap yang jumlahnya mencapai 1.200 ini berhasil menggerakkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya selaku eksekutif pengambil keputusan untuk menanggapi seruan masyarakat.

    Kepala Divisi Kampanye Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Indonesia Yaya Hidayati mengatakan data miliknya mencatat terjadi kehilangan hutan sebesar 2,6 hektare di Indonesia selama 2015. Walhi mencatat jumlah korban terpapar asap mencapai 40 juta orang dengan 500 ribu di antaranya mengidap penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

    "Ini bukti bahwa asap sudah menjadi masalah kronis sekali. Petisi 1.200 sebagai gambaran betapa gentingnya situasi saat ini," kata Yaya.

    Ia menyebutkan suara masyarakat secara digital ini membuktikan kepedulian yang meningkat sekaligus bukti nyata bahwa pemerintah tidak bertindak sesuai dengan tugasnya hingga masyarakat merasa perlu menyuarakan melalui petisi.

    Lewat petisi yang digalang masyarakat bersama Walhi, Yaya berharap aktor utama di balik kasus kebakaran hutan dapat tertangkap. "Selama ini yang dikasus-hukumkan hanya operator pembakaran di lapangan. Bukan otak di balik kebakaran itu. Ini yang terus kita kejar," katanya.

    MAYA NAWANGWULAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.