Indonesia Gandeng Australia, Bahas Intelijen, Cyber Security

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator (Menko) bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Luhut Binsar Panjaitan seusai diambil sumpah saat menjalani sidang Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 14 Desember 2015. Luhut akan memberikan keterangan terkait kasus dugaan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden dalam perpanjangan kontrak Freeport. Luhut diminta hadir sebagai saksi karena namanya 66 kali disebut pada rekaman percakapan kasus tersebut. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Koordinator (Menko) bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Luhut Binsar Panjaitan seusai diambil sumpah saat menjalani sidang Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 14 Desember 2015. Luhut akan memberikan keterangan terkait kasus dugaan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden dalam perpanjangan kontrak Freeport. Luhut diminta hadir sebagai saksi karena namanya 66 kali disebut pada rekaman percakapan kasus tersebut. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia merangkul Australia untuk merintis kerjasama di bidang keamanan, melalui pertemuan para petinggi kedua negara di bidang hukum dan keamanan, yang digelar pada Joint Comunique 2015. Pertemuan diadakan di kantor Menkopolhukam, Senin 21 Desember 2015.

    Tampak wakil dari Kementerian Hukum dan HAM Australia dan Jaksa Agung Australia dalam pertemuan itu. Kedua negara juga membahas tantangan dari aksi teror di beberapa tempat di dunia belakangan ini, yang juga bisa berdampak ke Indonesia.

    "Ada tiga isu yang kami bahas, yaitu masalah terorisme, cyber security, serta inteligence operation. Ini adalah pertemuan terlengkap," ujar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Panjaitan, di Media Center Kemenkopolhukam, Senin, 21 Desember 2015.

    Diskusi ini juga menyepakati fokus penanganan terorisme adalah mencegah penyebaran komunikasi propaganda kaum ektremis, termasuk lewat media sosial.

    Pada kesempatan yang sama, George Brandis, Jaksa Agung Australia, mengatakan bahwa diskusi ini merupakan pertemuan yang fokus pada masalah domestik, termasuk teroris dan intelijen terorisme. Ini menurutnya, sebuah pertemuan dengan agenda spesifik. "Kami menjaga komunikasi keamanan kami demi menyelamatkan dan menjaga warga negara kedua negara," ujar George.

    Kapolri Jenderal Badroddin Haiti yang juga hadir, mengatakan pertemuan ini dibuat untuk menguatkan kerja sama yang sudah ada di antara kedua negara.  "Kerjasama secara teknis selama ini antar polisi sudah dilakukan Indonesia dan Australia dalam trans national crime, seperti people smuggling counter terorism," katanya.

    Luhut menjelaskan pertemuan semacam ini akan dilakukan secara lebih rutin ke depannya. "Akan dijadikan pertemuan reguler. Tahun depan Australia yang akan undang kita," ujarnya. Selain, dari kepolisian, Sutiyoso, Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) dan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly juga hadir dalam pertemuan ini. Begitu pun lembaga-lembaga terkait seperti Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.