TKW Ngaku Ditipu "Fadli Zon", Apa Kata Fadli Zon yang Asli?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR Fadli Zon memakai jam tangan Hublot Spirit of Big Bang King Gold Ceramic saat memberikan keterangan kepada wartawan mengenai pertemuan dengan Donald Trump di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 14 September 2015. ANTARA FOTO

    Wakil Ketua DPR Fadli Zon memakai jam tangan Hublot Spirit of Big Bang King Gold Ceramic saat memberikan keterangan kepada wartawan mengenai pertemuan dengan Donald Trump di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 14 September 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta -Pelaksana tugas Ketua DPR, Fadli Zon, membantah menipu tenaga kerja wanita Indonesia asal Purworejo, Jawa Tengah, bernama Banjirah yang saat ini tengah bekerja di Hong Kong. "Bukan saya pastinya," kata Fadli Zon saat dihubungi oleh Tempo melalui pesan pendek pada Senin, 21 Desember 2015.

    Fadli, yang juga politikus dari Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra tersebut, memastikan wanita berusia 50 tahun itu merupakan korban penipuan dari pihak yang tidak bertanggung jawab dengan mengatasnamakan dirinya. "Itu sudah pasti penipuan," ujar Fadli.

    Kepada Tempo, Banjirah pada Minggu mengaku menjadi korban penipuan bisnis investasi senilai Rp 55 juta. Menurut Banjirah, penipunya adalah pria yang dia kenal lewat jejaring sosial Facebook, yang mengaku bernama Herlambang. Dalam akun Facebook-nya, Herlambang memasang foto Fadli.

    Dalam beberapa kali komunikasi lewat telepon, menurut Banjirah, suara pria itu mirip dengan suara Fadli. Ia pun mengaku, sering berhubungan melalui telepon sampai berjam-jam dengan Herlambang. Herlambang pun sering mengirim pesan berisi nasihat dan berita-berita politik. Karena itu, Banjirah meyakini Herlambang adalah Fadli Zon.

    Suatu ketika, Banjirah menyampaikan rencananya kepada Herlambang untuk menanamkan investasi di Mavrodi Mondial Moneybox. Namun rencana itu dilarang oleh Herlambang. Ia pun menawarkan Banjirah untuk membeli saham Petromax, perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan minyak bumi.

    Banjirah tertarik dengan ajakan itu. Dia menyerahkan sejumlah uang kepada Herlambang. Setelah 10 bulan berlalu, Banjirah belum menerima hasil investasinya itu. Herlambang menghilang pada 6 Desember 2015. Akun Facebook pria itu tidak pernah aktif. Nomor teleponnya pun tidak bisa dihubungi.

    ANGELINA ANJAR SAWITR | GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.