Hujan Angin di Surabaya Kembali Telan Korban Jiwa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Surabaya - Seorang perempuan pengemudi menjadi korban tewas akibat pohon tumbang di Surabaya, Jawa Timur, Senin sore, 21 Desember 2015. Pohon itu tumbang di tengah hujan deras yang disertai angin kencang.

    Wanita itu diketahui bernama nama Resiyani Salim. Identitasnya diketahui dari dokumen surat tanda nomor kendaraan jenis Honda Mobilio dengan nomor polisi L-1819-JZ yang dikendarainya.

    Berdasarkan kartu tanda penduduknya, Resiyani merupakan warga Kelapa Gading, Jakarta Utara. Alamat di Surabaya hanya berdasarkan STNK, yakni Jalan Ngagel Rejo Kidul 113.

    "Kami sudah mencoba menghubungi alamat yang ada di STNK, tapi ternyata tidak ada yang mengenal korban," kata Kepala Kepolisian Sektor Gubeng Komisaris Edo Satya Kentriko, Senin, 21 Desember 2015.

    Kejadian pohon tumbang itu terjadi di ruas Jalan Ngagel Jaya Utara, Surabaya. Berdasarkan rekaman kamera pengintai yang ada di lokasi, korban diduga terkejut saat tiba-tiba sebuah pohon tumbang di depannya. Ia kemudian banting setir dan menabrak mobil lain jenis minibus serta sepeda motor.

    Sesaat sebelumnya, mobil korban terlihat melaju dari arah timur. Belum diketahui secara pasti kecepatan laju kendaraan korban. Tapi yang jelas, saat itu hujan turun cukup deras disertai angin kencang.

    Kematian Resiyani mengingatkan peristiwa serupa setahun lalu. Bedanya, saat itu korbannya adalah siswi sekolah menengah atas bernama Ika Arianti Putri. Dia menjadi korban ambruknya bambu di lapangan parkiran timur Plaza Surabaya saat hujan disertai angin kencang.

    Saat itu Ika tidak langsung tewas. Dia mengembuskan napas terakhirnya di tengah kemacetan dalam perjalanan menuju rumah sakit. Kemacetan itu, antara lain, dampak dari banyaknya pohon yang tumbang di jalan.

    SITI JIHAN SYAHFAUZIAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.