TKW Hong Kong & Pria Ngaku Fadli Zon Suka Telepon Berjam-jam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.CO, Jakarta - Banjirah, tenaga kerja wanita asal Purworejo yang bekerja di Hong Kong, percaya dengan pria yang mengaku Fadli Zon lantaran suaranya mirip dengan pelaksana tugas Ketua DPR itu. Komunikasi mereka berawal lewat Facebook. Banjirah berkenalan dengan pria bernama Herlambang yang lantas memberinya nomor orang yang mengaku Fadli Zon.

    Sejak perkenalan itu, mereka semakin akrab walau tak pernah bertatap muka. Keduanya sering berkomunikasi, baik via telepon maupun pesan WhatsApp. “Kami sering telepon sampai berjam-jam, lalu saya sering dikirimi pesan nasihat dan berita-berita politik gitu,” kata Banjirah kepada Tempo, Ahad, 20 Desember 2015.

    Hingga akhirnya, Banjirah ditawari pria yang mengaku Fadli itu membeli saham dengan syarat harus mentransfer sejumlah uang sebagai modal investasi dan diiming-imingi keuntungan hingga dua kali lipat dari modal awal. “Dia bilang ada saham bagus. Saya transfer uang, nanti dia yang urus,” ucapnya. Banjirah pun mentransfer uang dua kali masing-masing Rp 34 juta dan Rp 25 juta pada Februari lalu.

    Tapi, hingga kini, tak ada kejelasan terkait dengan investasi yang ditawarkan. Komunikasi terakhir, ia dijanjikan mendapatkan keuntungan pada akhir Desember ini. “Saya percaya itu Pak Fadli karena suaranya memang mirip. Dia sering menyebarkan foto dengan Pak Prabowo."

    Pelaksana tugas Ketua DPR Fadli Zon membantah telah melakukan penipuan terhadap TKW Indonesia bernama Banjirah yang saat ini tengah bekerja di Hong Kong. "Bukan saya pasti," kata Fadli saat dihubungi Tempo melalui pesan pendek pada Senin, 21 Desember 2015. "Itu sudah pasti penipuan."

    GHOIDA RAHMAH | ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.