15 Ribu Polisi Amankan Natal dan Tahun Baru di Jawa Barat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anggota kepolisian. ANTARA/Noveradika

    Ilustrasi anggota kepolisian. ANTARA/Noveradika

    TEMPO.COBandung - Kepolisian Daerah Jawa Barat menerjunkan 15 ribu lebih personel, yang dibantu Tentara Nasional Indonesia, untuk mengamankan perayaan Natal dan malam tahun baru di wilayah Jawa Barat. Kepolisian juga akan menjaga ketat tempat-tempat ibadah yang merayakan malam misa Natal.

    Kepala Polda Jawa Barat Inspektur Jenderal Moechgiyarto mengatakan sejumlah personel tersebut akan disebar ke seluruh kota/kabupaten di Jawa Barat. Adapun titik fokus pengamanan kepolisian dan TNI adalah tempat ibadah dan pusat keramaian.

    "Jadi pengamanan tetap sasarannya adalah tempat ibadah dan rumah-rumah yang dijadikan tempat ibadah. Kemudian, kami akan mengamankan pusat-pusat belanja, bandara, stasiun, dan terminal," ujarnya setelah melaksanakan rapat koordinasi tingkat sektoral di Markas Polda Jawa Barat, Senin, 21 Desember 2015.

    Selain mengamankan rumah ibadah dan pusat keramaian, kepolisian mewaspadai gangguan keamanan yang menyasar markas aparat kepolisian atau TNI. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi dugaan adanya aksi teror yang dilakukan sejumlah pihak. "Terorisme termasuk perhatian kami. Markas kesatuan angkatan Polri kami amankan," tuturnya.

    Rapat koordinasi melibatkan pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Polda Jawa Barat, dan Komando Daerah Militer III Siliwangi. Dari pihak pemerintah provinsi diwakili Ketua Polisi Pamong Praja Jawa Barat.

    "Intinya, kami mengevaluasi kembali Natal dan tahun baru sebelumnya. Kami sempurnakan agar lebih sempurna, aman, dan lancar," ucapnya.

    Moechgiyarto tak menyebutkan wilayah mana saja di Jawa Barat yang menjadi daerah rawan dalam perayaan Natal. Ia mengatakan semua wilayah memiliki tingkat kerawanan yang besar. "Tidak ada daerah yang menjadi fokus," katanya.

    Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perayaan yang berlebihan saat malam tahun baru nanti. Ia mengatakan, bagi masyarakat yang akan merayakan malam pergantian tahun, sebaiknya diisi dengan kegiatan yang sederhana dan sewajarnya. "Ya, seperti anjuran Presiden supaya tidak ada perayaan yang berlebihan. Sederhana saja," ucapnya.

    IQBAL T LAZUARDI S


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.