KPK Tetapkan Pengusaha Sebagai Tersangka Korupsi Flu Burung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Reno Esnir

    ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.COJakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan seorang tersangka bernama Freddy Lumban Tobing terkait dengan tindak pidana korupsi pengadaan reagen dan consumable untuk penanganan virus flu burung dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). 

    Adapun APBN yang digunakan tersebut adalah APBN Perubahan Direktorat Bina Pelayanan Medik Dasar, Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan tahun anggaran 2007.

    “Penyidik KPK menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan Freddy sebagai tersangka. Freddy sendiri merupakan Direktur Utama PT Cahaya Prima Cemerlang,” ujar juru bicara KPK Yuyuk Andriati Iskak saat konferensi pers di Gedung KPK pada Senin, 21 Desember 2015. 

    Perusahaan yang dipimpin Freddy tersebut diduga mendapat keuntungan sebesar Rp 10,861 miliar dari total nilai kontrak Rp 29,39 miliar. Sedangkan nilai total kerugian negara akibat tindakan tersebut mencapai Rp 12,331 miliar.

    Freddy bertugas mengatur spesifikasi alat kesehatan dalam Term of Reference (ToR) sehingga spesifikasi alat kesehatan tersebut mengarah pada sejumlah produk reagen dan consumable dari PT Cahaya Prima Cemerlang. Selain itu, Freddy melakukan negosiasi harga setelah sebelumnya harga perkiraan disusun sendiri oleh PT Cahaya Prima Cemerlang. 

    “Freddy diduga melakukan perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi," ucap Yuyuk.

    Atas perbuatannya, Freddy disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

    Freddy pun terancam pidana seumur hidup atau paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda paling sedikit Rp 200 juta dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

    BAGUS PRASETIYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.