Tak Bisa Usulkan Ketua DPR, Golkar Kubu Agung Desak Kocok Ulang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar versi Ancol Agung Laksono (kanan) saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar di Jakarta, 20 Desember 2015. Rapimnas yang diikuti perwakilan DPD partai Golkar tingkat I dan II tersebut membahas persiapan Musyawarah Nasional (Munas). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ketua Umum Partai Golkar versi Ancol Agung Laksono (kanan) saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar di Jakarta, 20 Desember 2015. Rapimnas yang diikuti perwakilan DPD partai Golkar tingkat I dan II tersebut membahas persiapan Musyawarah Nasional (Munas). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Wakil Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Ancol, Priyo Budi Santoso, mengatakan, dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar semalam, terdapat dua opsi yang muncul terkait dengan usul Ketua Dewan Perwakilan Rakyat yang baru. Menurut Priyo, Partai Golkar kubu Agung Laksono akan mengusulkan nama calon Ketua DPR pengganti Setya Novanto.

    "Kalau tidak ada respons baik, kami dorong kocok ulang (komposisi pimpinan DPR). Kami siap dengan syarat Golkar masih mendapatkan kursi Wakil Ketua DPR. Tapi saya mendengar, Pak Aburizal ada respons yang baik," katanya di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, pada Senin, 21 Desember 2015. 

    Priyo berujar, berdasarkan hasil Rapimnas tadi malam, Partai Golkar kubu Agung akan mengajak Partai Golkar kubu Aburizal menyelesaikan persoalan itu dengan duduk satu meja. "Kami harus satu bahasakan yang kami usung jadi Ketua DPR dan ketua fraksi. Kami bicarakan ini dalam suasana kekeluargaan karena kami juga mengusulkan surat yang sama dengan mereka," tuturnya.

    Priyo menambahkan, Partai Golkar kubu Agung telah melakukan komunikasi dengan fraksi-fraksi lain terkait dengan wacana kocok ulang untuk memilih pimpinan DPR yang baru. "Secara formal dan informal, kami sudah mengadakan pembicaraan, konsultasi, dan lobi-lobi dengan fraksi-fraksi lain dan pimpinan-pimpinan partai," ujarnya.

    Pada 16 Desember lalu, Setya Novanto secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPR. Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie mengajukan Ade Komaruddin sebagai pengganti Setya. Setya pun diplot sebagai pengganti Ade, yang sebelumnya menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kakak Adik Marc dan Alex Marquez di Tim Honda, Tandem atau Rival?

    Honda resmi menunjuk Alex Marquez menjadi tandem Marc Marquez. Adik dan Kakak itu akan bertandem dalam satu tim. Atau akan bersaing?