Buntut Bentrok Ormas, Kepala Penjara Kerobokan Dicopot

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota polisi membawa belasan senjata tajam dari dalam sel pasca bentrok antar narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Kerobokan, Bali, 17 Desember 2015. Bentrok yang diduga melibatkan napi dari dua ormas besar di Bali ini terjadi sekitar pukul 15.00-16.00 WITA. TEMPO/Johannes P. Christo

    Sejumlah anggota polisi membawa belasan senjata tajam dari dalam sel pasca bentrok antar narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Kerobokan, Bali, 17 Desember 2015. Bentrok yang diduga melibatkan napi dari dua ormas besar di Bali ini terjadi sekitar pukul 15.00-16.00 WITA. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CODenpasar - Menyusul peristiwa bentrok antarnapi yang merupakan anggota organisasi kemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Denpasar, Kepala Lapas Kelas II A Kerobokan Sunarto Bondan dicopot dari jabatannya.

    Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Provinsi Bali Sulistyono menyatakan pembebastugasan itu karena Sunarto dianggap tidak bisa melaksanakan tugasnya. Hal ini terbukti dengan adanya temuan narkoba dan sejumlah senjata di Lapas Kerobokan. 

    “Setelah dilakukan penggeledahan dan ditemukan barang-barang itu, sudah jelas akan adanya Standar Operasional Prosedur yang tidak berjalan,” ujar Sulistyono, Senin, 21 Desember 2015.

    Penggeledahan dilakukan setelah pihaknya bersama kepolisian melakukan pemecahan konsentrasi di mana penghuni blok C1 sebanyak 110 orang dipindahkan keluar dari lapas. “Ini momentum yang baik untuk melakukan pembenahan dan melihat lagi proses yang ada selama ini, misalnya bagaimana orang menengok tahanan, proses asimilasi, dan lain-lain,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Nyoman Putra Surya menyebutkan situasi dalam lapas kini sudah kondusif. Kalaupun masih ada anggota ormas, sudah ada kesepakatan bahwa mereka akan hidup rukun dan melepas semua atribut ormas. “Semua merasa sebagai warga binaan dan harus menjaga kondisi dalam lapas,” ujarnya. 

    Menurut Surya, meski telah ada yang dipindahkan, kondisi lapas sendiri masih overload dengan jumlah penghuni 940 orang. Padahal kapasitasnya hanya 360 orang saja. 

    ROFIQI HASAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.