Jokowi Puji Kepala Sekolah yang Jujur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi, bersama Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan dan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama berfoto bersama siswa di SMA N 2, Jakarta, 14 April 2015. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Presiden Jokowi, bersama Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan dan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama berfoto bersama siswa di SMA N 2, Jakarta, 14 April 2015. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo pada Senin siang, 21 Desember 2015, menyerahkan penghargaan kepada kepala sekolah yang dinilai paling berintegritas. Para kepala sekolah dipilih dari 503 kepala sekolah tingkat menengah pertama, menengah atas, menengah kejuruan, dan madrasah. Mereka dinilai berdasarkan integritas kejujuran ujian nasional terbaik selama lima tahun terakhir. 

    "Saya senang sekali bisa bertatap muka dengan kepala sekolah dari 503 sekolah dengan integritas kejujuran ujian nasional terbaik," kata Jokowi saat memberikan sambutan di Istana Negara, Senin, 21 Desember 2015. 

    Jokowi menganggap kejujuran sebagai nilai-nilai mendasar dalam membangun bangsa. Pendidikan di dalam sekolah bukan hanya secara akademik, tapi sekaligus mental dalam menjaga integritas dan kejujuran. Jokowi menjelaskan pentingnya menjaga integritas khususnya dalam nilai ujian nasional.

    Presiden menyebutkan kegagalan sejumlah negara akibat tak berhasil menjaga integritas. Nilai-nilai kejujuran, kata dia, harus dikembangkan sejak dini di keluarga dan sekolah. Selama ini nilai dasar kejujuran bangsa Indonesia sudah bagus. 

    "Kalau ke Singapura enggak ada yang berani merokok dan meludah sembarangan, tapi balik ke sini tidak ada lagi," ujarnya. Walau sudah memiliki nilai-nilai itu, Jokowi menganggapnya belum menjadi penekanan.

    Ia mengungkapkan banyaknya praktek curang dalam ujian nasional. Menurut dia, banyak kepala dinas pendidikan atau kepala sekolah yang bermain curang demi mendapatkan nilai UAN yang baik. "Saat menjadi wali kota atau gubernur, saya tahu itu terjadi. Tapi saya bilang lupakan itu. Bekerja dengan saya bukan seperti itu," tuturnya. 

    Menteri Pendidikan Nasional dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan 503 sekolah dengan integritas pelaksanaan UN tertinggi diseleksi dari lebih dari 80 ribu sekolah dan madrasah dalam lima tahun terakhir. Indeks integritas diukur dari pola pengerjaan dan kerja sama dalam mengerjakan ujian nasional. "Akhirnya terpilih 218 SMP dan madrasah, 150 SMA, dan 135 SMK, indeksnya 92-99," ucap Anies. 

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.