Ade Komaruddin Jadi Ketua DPR, Ini Tanggapan Politikus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Papan nama mantan ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto pada meja anggota DPR di ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 17 Desember 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Papan nama mantan ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto pada meja anggota DPR di ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 17 Desember 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Agus Hermanto menyambut baik usul dari Fraksi Partai Golkar bahwa pengganti Setya Novanto adalah Ade Komaruddin sebagai Ketua DPR yang baru. Agus mengaku telah mengenal baik Ketua Fraksi Partai Golkar tersebut.

    "Pak Akom (panggilan akrab Ade) baik sekali ya. Pada 2004, kami sama-sama di Komisi VI, sering komunikasi dan tidak pernah ada masalah apa-apa," katanya saat ditemui di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, pada Senin, 21 Desember 2015. 

    Politikus dari Partai Demokrat itu pun berharap, dengan ditunjuknya Ade sebagai Ketua DPR yang baru, tidak akan terjadi permasalahan komunikasi akibat pergantian tersebut. "Kalau kenal sudah lama, sudah pernah kerja sama, ini akan jauh lebih baik," tuturnya.

    Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan pun mengatakan hal senada. Saat ditemui secara terpisah, politikus dari Partai Amanat Nasional tersebut mengatakan telah mengenal baik Ade. "Siapa yang memimpin kan hak sepenuhnya Partai Golkar. Kita hormati saja. Yang jelas, saya kenal baik beliau," ujanya.

    Pada 16 Desember lalu, Setya Novanto secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPR. Fraksi Partai Golkar kemudian mengajukan Ade Komaruddin sebagai pengganti Setya. Setya pun diplot sebagai pengganti Ade, yang sebelumnya menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.