Dilantik di Istana, Pimpinan Terpilih Mampir ke Gedung KPK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hasil pemungutan suara Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 17 Desember 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Hasil pemungutan suara Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 17 Desember 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo akan melantik lima pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2015-2019 hari ini. Wakil Ketua KPK terpilih, Laode Muhammad Syarief, mengatakan pelantikan tersebut digelar siang nanti.

    "Dilantik di Istana pukul 13.30," kata Syarief melalui pesan pendek, Senin, 21 Desember 2015. Sebelum ke Istana, menurut dia, kelima pemimpin terpilih janjian untuk berkumpul di gedung KPK terlebih dulu. "Ngumpul di KPK pukul 11.30."

    Pada pukul 10.30, sudah terlihat tiga pemimpin baru yang datang ke gedung KPK. Mereka adalah Ketua KPK Agus Rahardjo, dan dua wakilnya: Saut Situmorang serta Alexander Marwatta.

    Kamis pekan lalu, Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat memilih lima pemimpin KPK definitif melalui mekanisme voting. Lima orang yang terpilih adalah staf ahli Kepala Polri Inspektur Jenderal Basaria Pandjaitan, mantan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Agus Rahardjo, hakim adhoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Alexander Marwatta, staf ahli Badan Intelijen Negara Saut Situmorang, dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Makassar Laode Muhammad Syarief.

    Pegawai KPK menyambut positif terpilihnya lima pemimpin lembaga antirasuah periode 2015-2019 itu. Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha berharap komisi antikorupsi semakin maju di bawah kepemimpinan baru.

    "Besar harapan, di bawah pimpinan yang baru, upaya pemberantasan korupsi makin bagus," tutur Priharsa. Yang terpenting, ujar dia, para pemimpin ini langsung tancap gas setelah dilantik.

    Priharsa juga berharap pimpinan nanti menerapkan sikap egaliter dengan pegawai sebagaimana tradisi dan atmosfer di KPK selama ini. "Adalah penting pimpinan dan pegawai berada dalam satu irama," tuturnya.

    LINDA TRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.