DVI Polda Sulsel Percepat Identifikasi Korban KM Marina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mariming (42) ibu dari Mulyadi (korban kapal tenggalam) menangis disamping papan informasi penumpang korban KM Marina di Posko Pencarian pelabuhan Siwa,Sulawesi Selatan, 21 Desember 2015. Sebelumnya telah ditemukan 37 penumpang selamat dan 3 orang meninggal. TEMPO/Iqbal Lubis

    Mariming (42) ibu dari Mulyadi (korban kapal tenggalam) menangis disamping papan informasi penumpang korban KM Marina di Posko Pencarian pelabuhan Siwa,Sulawesi Selatan, 21 Desember 2015. Sebelumnya telah ditemukan 37 penumpang selamat dan 3 orang meninggal. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.COWajo - Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menyiagakan 33 dokter di posko informasi kecelakaan KM Marina Baru 2B di pelabuhan laut Siwa, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo. Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sulawesi Selatan Komisaris Besar Harjuno mengatakan dokter yang disiagakan di posko tersebut bertujuan mempercepat pengambilan data antemortem keluarga penumpang.

    "Jika ada penumpang yang ditemukan, langsung dievakuasi dan ditangani oleh dokter. Begitu pun jika sudah dalam kondisi meninggal dunia," kata Harjuno, Senin, 21 Desember 2015.

    Proses identifikasi korban akan dilakukan di Rumah Sakit Umum Siwa. DVI sudah menyiapkan ruangan khusus untuk memudahkan identifikasi.

    Hingga pukul 11.30, tim Basarnas kembali menemukan seorang penumpang dan seorang anak buah kapal Marina Baru 2B. Keduanya selamat. Mereka adalah Usman, anak buah kapal; dan Baba, penumpang.

    Kepala Basarnas Makassar Roki Asikin mengatakan satu korban tersebut ditemukan oleh nelayan dan satu lagi ditemukan tim pencari. "Keduanya sudah dibawa pulang keluarganya," ujar Roki.

    KM Marina Baru 2B bertolak dari Pelabuhan Kolaka menuju Pelabuhan Siwa pada Sabtu, 19 Desember, pukul 11.00 Wita. Dalam perjalanan, kapal yang memuat lebih dari seratus penumpang itu dihantam ombak tinggi. Akibatnya, bak mesin kapal itu pecah dan kemasukan air sehingga karam.

    Nakhoda kapal sempat mengabarkan cuaca buruk ke pihak syahbandar pada pukul 13.30 Wita. Berselang sejam kemudian, kapal hilang kontak lalu mulai dilakukan operasi pencarian oleh SAR pukul 16.00 Wita, yang berlanjut hingga hari ini.

    HASWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.