Pertamina Hulu Energi Turunkan Target Produksi Blok WMO  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengeboran minyak dan gas di lepas pantai perairan Madura. TEMPO/Fully Syafi

    Pengeboran minyak dan gas di lepas pantai perairan Madura. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.COBangkalan - Pertamina Hulu Energi menyatakan pada tahun 2016 mendatang produksi minyak mentah dari Blok Migas West Madura Offshore ditargetkan sebanyak 10.025 barel per hari. Blok WMO terletak di lepas pantai Kecamatan Sepuluh, Kabupaten Bangkalan, Madura.

    General Manager Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) Boyke Pardede mengatakan target tersebut turun dari rata-rata produksi tahun 2015 yang mencapai 13.466 barel per hari (BOPD). "Tapi target ini telah disetujui oleh SKK Migas," kata Boyke, Ahad, 20 Desember 2015, tanpa menjelaskan penyebab penurunan target produksi tersebut.

    Tidak hanya minyak, menurut Boyke, tetapi target produksi gas di Blok WMO juga menurun meski tidak sampai satu persen. Tahun 2015, rata-rata produksi gas Blok WMO mencapai 103.4 MMCFD. "Tahun 2016 target kita di angka 102.4 MMCFD," ujarnya dalam keterangan tertulis. 

    Namun Boyke menilai capaian produksi minyak dan gas bumi dari Blok WMO tahun ini merupakan prestasi. Sebab, tahun ini merupakan situasi yang sulit bagi kinerja industri migas akibat turunnya harga minyak dunia. 

    Perusahaan, menurut Boyke, harus terus berinovasi, seperti melakukan well work dan well service di sumur produksi sehingga penurunan produksi bisa dikendalikan. "Pencapaian ini berkat berbagai inovasi yang dilakukan untuk menahan laju penurunan produksi alami." 
     
    Boyke berujar, meski pada tahun 2016 target produksi menurun, pihaknya akan terus berinovasi agar produksi migas Blok WMO melebihi target. Apalagi SKK migas telah menyetujui anggaran Work Program dan Budget (WP&B) PHE WMO yang terdiri atas Capex & Opex sebesar US$ 436 juta. "Kami akan terus berupaya meningkatkan produksi dengan mencari sumur-sumur cadangan baru," katanya.

    Kepala SKK Migas Jawa Bali dan Nusa Tenggara Ali Mahsyar menilai penurunan target produksi Blok WMO sebagai hal yang wajar karena belum ditemukan sumur cadangan minyak yang baru di blok tersebut. "Namanya sumur produksi, kalau terus berproduksi, isinya akan menurun," katanya lewat sambungan telepon.

    Ali menilai penurunan produksi migas tidak berkaitan dengan penurunan harga minyak dunia. Dia yakin PHE bisa terus meningkatkan produksi migas di Blok WMO setelah menemukan sumur produksi baru.

    Untuk diketahui, sebelum dikelola Pertamina sejak 2011 lalu, Blok WMO dikelola PT Kodeco. Wilayah operasi PHE WMO terletak di sebelah barat daya Pulau Madura, tepatnya di Kabupaten Bangkalan dengan luas area 1.666,26 km2

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.