Pesawat T-50i Jatuh, Keluarga Gelar Tahlilan di Depok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat T-50i Golden Eagle disambutan semprotan air setibanya di Lanud Iswahjudi, Magetan, Jatim, Rabu (11/9). ANTARA/Siswowidodo

    Pesawat T-50i Golden Eagle disambutan semprotan air setibanya di Lanud Iswahjudi, Magetan, Jatim, Rabu (11/9). ANTARA/Siswowidodo

    TEMPO.CO, Depok - Kediaman orang tua Letnan Kolonel Pnb Marda Sarjono, yang menjadi korban jatuhnya pesawat latih tempur TNI AU di Yogyakarta, Minggu, 20 Desember 2015,   mengadakan tahlilan. Rumah orang tua Marda berad di Kelurahan Sukatani Kecamatan Tapos, Depok.

    Marda Sarjono dan Kapten Pnb Dwi Cahyadi tewas saat melakukan akrobatik dalam Atraksi Gebyar Dirgantara AAU dekat Pangkalan Adisucipto Yogyakarta, Minggu pagi tadi. 

    Paman korban, Sumaryoto mengatakan keluarga mengetahui Sarjono tewas saat menerbangkan pesawat milik TNI AU jenis T50i, tadi siang saat melihat berita di Metro TV, bahwa pesawat tersebut jatuh. "Ibu Sarjono langsung ke Madiun tadi jam dua diberangkatkan dari Halim," kata Sumaryoto. 

    Begitu tahu Sarjono tewas, keluarga langsung mengundang tetangga untuk melakukan tahlilan. Ia mengatakan keponakannya dimakamkan di kampung istrinya di Madiun, Jawa Timur. "Sebanyak 30 tetangga langsung kami undang untuk mendoakan kepergian almarhum," ucapnya.

    Selain tetangga, belasan kerabat korban yang satu angkatan di Akademi Angkatan Udara tahun 1997 turut hadir mengikuti tahlilan di rumah orang tua korban. Dua karangan bunga ucapan turut berduka barada di depan rumah korban. Diketahui, Atraksi Gebyar Dirgantara AAU diadakan di Pangkalan Udara Adisutjipto, pada 19-20 Desember 2015.


    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga