Cuaca Buruk, Operasi SAR KM Marina Dihentikan Sementara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga dan tim SAR berusaha mengevakuasi salah seorang korban tenggelamnya KM Marina di Pelabuhan Tobaku Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, 20 Desember 2015. ANTARA/Sulaeman

    Sejumlah warga dan tim SAR berusaha mengevakuasi salah seorang korban tenggelamnya KM Marina di Pelabuhan Tobaku Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, 20 Desember 2015. ANTARA/Sulaeman

    TEMPO.CO, Makassar - Operasi SAR Kapal Motor Marina yang karam di Teluk Bone, dihentikan sementara karena cuaca buruk. Kepala Badan SAR Nasional, Roki Asikin, menyatakan pencarian dan evakuasi penumpang Kapal Marina untuk hari ini, Minggu, 20 Desember 2015, dihentikan pada pukul 18.00 WITA. Tim SAR gabungan tidak lagi melakukan penyisiran di tengah laut lantaran situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan. 

    Roki mengatakan Operasi SAR Kapal Marina akan dilanjutkan Senin, 21 Desember. Tim SAR gabungan tidak ingin mengambil risiko meneruskan operasi pencarian dan penyelamatan dengan kondisi cuaca ekstrem dan hari gelap. "Untuk hari ini cukup. Kami tidak melakukan operasi SAR di tengah laut setelah Magrib. Ombak besar dan angin kencang sehingga tidak memungkinkan. Operasi SAR dilanjutkan besok pagi," kata Roki, Minggu, 20 Desember 2015. 

    Kendati angin bertiup kencang dan ombak tinggi di Teluk Bone, Roki mengatakan hal itu tidak menjadi kendala bagi kapal milik Badan SAR. Namun, situasi itu menyulitkan kapal penunjang lain yang turut membantu pencarian kesulitan menembus ombak besar. Dari tiga kapal yang dikerahkan cuma Kapal Motor Pacitan milik Basarnas yang dapat beroperasi hingga menjelang Magrib. Dua kapal lainnya diakuinya kesulitan menembus medan dengan cuaca ekstrem. "Kalau dari kami tidak masalah, tapi kapal lain kesulitan. Kami akan maksimalkan lagi besok," ujarnya. 

    Operasi SAR Kapal Motor Marina melibatkan seluruh potensi SAR dari pelbagai instansi. Mulai dari kepolisian, TNI, pihak syahbandar dan pihak swasta. Tercatat tiga kapal, dua perahu karet dan satu pesawat terbang yang terlibat dalam misi kemanusiaan itu. Dalam operasi SAR hari ini, tercatat setidaknya sudah 40 penumpang Kapal Marina ditemukan. Rinciannya, 36 di perairan Kolaka Utara dan empat di perairan Siwa. 

    Juru bicara Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, Komisaris Besar Frans Barung Mangera, mengatakan dari 40 penumpang yang ditemukan, tiga orang meninggal. Mereka yang meninggal ditemukan di perairan Kolaka Utara. Berdasarkan data kepolisian, tiga penumpang Kapal Marina yang meninggal yakni Muhammad Firdaus (9 tahun), Mutmainnah Zakira (9 bulan) dan sesosok perempuan berumur kurang lebih 50 tahun yang belum diketahui namanya. 

    Barung mengatakan perempuan tanpa nama itu menggunakan pakaian gamis hitam dan berjilbab coklat. "Jadi penumpang yang meninggal itu ada bayi, anak dan orang dewasa," ujarnya. Lebih jauh, Barung mengatakan sejumlah penumpang Kapal Marina yang selamat sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Djafar Harun, Kecamatan Lasusua, Kolaka Utara. Mereka mendapatkan perawatan lantaran masih syok dan kelelahan. "Begitu pula di Siwa, di mana empat penumpang yang selamat sudah dibawa ke rumah sakit setempat," tuturnya.

    TRI YARI KURNIAWAN 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.